OnePlus 15R: Review Mendalam, Performa, Baterai, dan Kamera

Apakah ponsel di kelas Rp700-an masih bisa memberi rasa flagship tanpa membuat kantong bolong?
Model ini hadir mulai dari harga global $699.99 dan diposisikan sebagai “almost-flagship” yang menonjol pada performa dan daya tahan baterai.
Di sini kita akan membahas desain dan build, layar serta audio, performa, sensor sidik jari, battery & charging, kamera, software, dan nilai harga.
Jika Anda seorang gamer atau heavy user yang mencari phone kencang dan battery life panjang, perangkat ini layak dipertimbangkan.
Perlu diingat beberapa kompromi: telephoto hilang, tidak ada wireless charging, dan port transfer berbasis USB 2.0; layar memakai panel LTPS, bukan OLED.
Kami juga menyisipkan perbandingan singkat dengan varian flagship agar ekspektasi Anda sesuai sebelum masuk ke detail.
Artikel bersifat informasional dan berbasis pengamatan performa, durasi baterai, serta kebijakan update agar Anda bisa mengambil keputusan pembelian lebih percaya diri. Untuk konteks soal daya tahan baterai pada ponsel murah, lihat analisis terkait baterai 5000mAh di ponsel murah.
Intisari Utama
- Harga entry-flagship, fokus pada performa dan daya tahan baterai.
- Cocok untuk gamer dan pengguna berat yang mengutamakan battery life.
- Kompromi penting: tanpa telephoto, tanpa wireless charging, dan USB 2.0.
- Display LTPS dan build solid, tapi bukan pengganti flagship penuh.
- Artikel ini informasional, berdasar pengamatan performa, baterai, dan update.
Sekilas OnePlus 15R di 2026: untuk siapa ponsel “hampir flagship” ini?
Untuk pengguna yang butuh perangkat kencang tanpa membayar harga flagship penuh, ponsel ini menonjol pada performance dan daya tahan. Di segmen menengah-atas, harga masih kompetitif sehingga jadi opsi menarik bagi gamer dan pengguna produktif.
Ringkas verdict: unggul di performa dan baterai, kompromi pada kamera
Kelebihan jelas: performa cepat, battery life panjang, dan pengisian yang super-cepat. Kekurangannya terasa pada sisi camera yang kurang fleksibel dan dukungan perangkat tambahan.
Poin kompromi yang sering jadi deal-breaker
- Tanpa telephoto — batasan pada portrait dan zoom optik.
- Tiada wireless charging — tidak cocok untuk pengguna ekosistem dock/magnet.
- Masih USB 2.0 — transfer file video besar jadi lambat.
Profil pengguna: ideal untuk gamer kompetitif yang butuh FPS stabil dan long-lasting battery. Bagi content creator yang mengandalkan zoom dan konsistensi warna, kompromi kamera bisa jadi masalah.
Selanjutnya, kami membahas desain, layar, dan angka pengujian baterai secara detail di bagian berikutnya.
Desain, build quality, dan ketahanan: Plus Key menggantikan alert slider
Desain terbaru membawa bahasa bentuk yang lebih halus dan modul kamera yang menyusut. Perubahan ini membuat tampilan lebih rapi dibanding generasi R sebelumnya.
Warna dan estetika
Pilihan warna global, Charcoal Black dan Mint Breeze, memberi nuansa berbeda. Charcoal Black terasa lebih klasik dan tegas.
Mint Breeze menonjolkan garis yang lembut dan membuat bodi terlihat lebih “soft” saat dipandang.
Material dan rasa pakai
Materialnya kombinasi kaca depan Gorilla Glass 7i dan frame aluminium. Back glass dibuat lebih tahan sidik jari sehingga tetap rapi saat dipakai tanpa casing.
Modul kamera kini lebih kecil dan hanya menyertakan dua sensor belakang, yang menegaskan pendekatan minimal pada model ini.
Ketahanan dan pengujian
Status sertifikasi meliputi IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Produsen juga menguji hingga kedalaman 2 meter, melebihi standar biasa untuk phones di kelasnya.
Ergonomi & aksesori
Ergonomi harian nyaman karena sudut membulat, namun bobot sekitar 215g terasa nyata saat dipakai lama. Untuk penggunaan sehari-hari, casing direkomendasikan karena permukaan agak licin.
Plus Key menggantikan alert slider sebagai feature baru dan menawarkan shortcut cepat. Ada juga ekosistem aksesori magnetik lewat casing kompatibel, namun perlu diingat casing ini tidak memberikan wireless charging.
Layar & audio: AMOLED 6,83 inci 1.5K dengan refresh rate 165Hz
Pengalaman visual di ponsel ini dirancang agar tajam, responsif, dan cocok untuk sesi game panjang.
Panel 6,83 inci 1.5K LTPS AMOLED memberi warna kaya dan ketajaman yang baik untuk konsumsi media sehari-hari.
LTPS vs LTPO: dampak pada efisiensi
Panel LTPS berarti refresh minimum tidak serendah 1Hz seperti LTPO. Akibatnya, efisiensi saat konten statis atau always-on sedikit kalah.
Mode refresh dan praktik nyata
Refresh rate default diatur ke 120Hz untuk keseimbangan antara halus dan hemat daya.
Puncak 144Hz atau 165Hz hanya aktif pada judul tertentu, jadi pengguna tidak selalu mendapat 165Hz sepanjang waktu.
Touch response untuk gaming
Touch response 3200Hz ditopang chip khusus. Ini membuat input lebih cepat dan membantu saat aiming atau gerakan cepat di games kompetitif.
Aqua Touch dan ketahanan sentuh saat basah
Aqua Touch menangani droplet dan ujung jari basah dengan baik. Namun, performa menurun saat air mengalir deras di layar, seperti hujan deras.
Speaker stereo dan kualitas suara
Speaker stereo terasa lebih seimbang di mode landscape. Bass masih kurang dan mixing bisa muddy pada volume tinggi.
Untuk musik, earphone atau speaker BT tetap disarankan jika menginginkan bass dan kejernihan lebih baik.
| Aspek | Spesifikasi | Catatan |
|---|---|---|
| Panel | 6.83″ 1.5K LTPS AMOLED | Tajam untuk media, bukan LTPO untuk efisiensi ekstrem |
| Refresh rate | 120Hz (default), 144/165Hz (game) | 165Hz aktif pada judul tertentu saja |
| Touch | 3200Hz + chip dedicated | Respons cepat, cocok untuk gameplay kompetitif |
| Audio | Speaker stereo | Seimbang tapi bass lemah dan muddy di volume tinggi |
OnePlus 15R Review: Performa Snapdragon 8 Gen 5 untuk gaming dan multitasking
Di balik bodi yang ringkas, perangkat ini menyimpan mesin kinerja tinggi untuk game dan multitasking. Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dipilih dengan clock sedikit lebih rendah dibanding varian elite gen, tetapi perbedaan nyata saat pakai sehari-hari relatif kecil.
Posisi chipset vs elite gen
Perbandingan singkat: elite gen punya clock dan kemampuan GPU sedikit lebih tinggi. Namun dalam banyak skenario sehari-hari, perbedaan fps dan loading terasa tipis.
Stabilitas FPS dan pengalaman game
Pada Call of Duty: Mobile, target 165fps tercapai dan stabil hampir satu jam sebelum turun sekitar 8–12 fps. Penurunan ini jarang terasa mengganggu saat bermain.
Optimasi dan pengaturan sistem
Sistem memakai HyperRendering, OP Gaming Core, dan scheduler pengganti CFS untuk menjaga konsistensi frame dan respons. Klaimnya, jumlah instruksi CPU untuk tugas tertentu berkurang signifikan.
| Aspek | Detail | Dampak ke pengguna |
|---|---|---|
| CPU | Snapdragon 8 Gen 5 | Performa tinggi, sedikit di bawah elite gen dalam benchmark |
| Memori & Storage | 12GB RAM Ultra / 256/512GB UFS 4.1 | Loading cepat, multitasking mulus |
| Konektivitas | Dedicated G2 WiFi chip | Stabil saat main online dan streaming |
| Port | USB 2.0 | Transfer file besar lebih lambat dibanding flagship |
Sensor sidik jari ultrasonik & pengalaman harian
Sensor ultrasonik mengubah cara Anda membuka layar dalam kondisi nyata. Responsnya cepat dan tidak memerlukan kilatan cahaya, sehingga nyaman dipakai malam hari atau di ruangan redup.
Upgrade dari optik ke ultrasonik
Perbedaan utama: tidak ada kilatan terang dan waktu deteksi terasa lebih instan. Ini membuat pengalaman buka kunci terasa lebih premium pada kelas harga ini.
Posisi sensor dan ergonomi
Penempatan lebih tinggi pada layar memudahkan reach jempol saat pegang satu tangan. Untuk sebagian pengguna, ini mengurangi ketegangan saat membuka kunci berulang kali selama hari panjang penggunaan.
Kondisi tangan, tempered glass, dan konsistensi
Pembacaan tetap cukup konsisten saat tangan sedikit lembap atau berkeringat. Pada tempered glass berkualitas, hasilnya juga stabil; namun kaca murah bisa menurunkan akurasi.
Haptics dan feeling keseluruhan
Getaran terasa lebih lembut dibanding model flagship. Opsi kustomisasi haptic lebih terbatas, sehingga sensasi mengetik dan gesture tidak sepenuhnya se-“crisp” ponsel premium.
| Aspek | Perbandingan | Dampak ke pengguna |
|---|---|---|
| Kecepatan | Ultrasonik vs optik | Lebih cepat, respons instan |
| Kondisi | Basah/tempered glass | Stabil pada kondisi ringan |
| Haptics | Lembut | Kurang tajam, tapi nyaman |
Singkatnya, sensor ini memberi pengalaman sehari-hari yang mendekati flagship. Bagi banyak orang, aspek unlock dan respons UI pada oneplus 15r sudah cukup untuk meningkatkan rasa percaya diri saat pakai.
Baterai 7400mAh & battery life: salah satu yang terbaik di kelas harga
Baterai besar bukan sekadar angka; di ponsel ini ia menghadirkan pengalaman pemakaian tanpa khawatir. Kapasitas 7400mAh jadi headline karena menjawab kebutuhan pengguna Indonesia yang sering mobile seharian.
Teknologi dan kepadatan energi
Teknologi Silicon NanoStack / silicon-carbon meningkatkan kepadatan energi. Ini membuat kapasitas besar muat tanpa membuat bodi terasa seperti powerbank.
Hasil penggunaan nyata
Pemakaian campuran (chat, sosial, navigasi, foto sesekali) mudah mencapai dua hari. Untuk pengguna ringan, life hampir menyentuh tiga hari.
Skor dan screen-on time
PCMark Battery 3.0 memberikan score sekitar 26 jam 17 menit. Screen-on time rata-rata mencapai ~14 jam.
Gaming dan dampak ke time layar
Sesi game 165fps selama 90 menit memangkas SOT menjadi sekitar 12 jam 45 menit. Meski turun, angka ini masih impresif untuk gaming intensif.
- Keunggulan: kurangi “battery anxiety” saat perjalanan panjang.
- Tips: atur brightness, refresh rate, dan 5G untuk hasil mendekati klaim.
| Aspek | Angka | Catatan |
|---|---|---|
| Kapasitas | 7400 mAh | Silicon NanoStack / silicon-carbon |
| PCMark score | ~26 jam 17 menit | Sebagai pembanding endurance |
| Screen-on time | ~14 jam (rata-rata) | ~12 jam 45 menit setelah 90 menit gaming 165fps |
Charging: 80W wired, bypass charging, dan ketiadaan wireless charging
Pengisian di ponsel ini fokus pada kecepatan wired untuk menutupi kapasitas baterai besar. Dalam praktik, setengah baterai bisa terisi dalam kurang dari 25–30 menit. Pengisian penuh biasanya memakan waktu sekitar 59–63 menit jika memakai adaptor yang kompatibel.
Adaptor, isi boks, dan perbedaan wilayah
Beberapa pasar menerima adaptor 55W di dalam kotak. Untuk mencapai 80W speeds, Anda butuh wall plug yang mendukung output maksimal. Jika pakai charger USB-PD universal, kecepatan charge bisa turun drastis ke sekitar 18W.
Bypass charging untuk gaming
Fitur bypass membantu mereduksi panas saat bermain sambil dicas. Gunakan mode ini pada sesi game panjang untuk menjaga suhu dan memperpanjang umur baterai.
Tanpa wireless charging: konsekuensi praktis
Ketiadaan wireless charging berarti aksesori magnetik hanya berguna sebagai mount atau dompet — bukan untuk mengisi daya di meja atau dock mobil.
| Aspek | Angka/Status | Catatan |
|---|---|---|
| Wired max | 80W (dukungan) | Butuh adaptor kompatibel untuk mencapai speeds ini |
| Isi boks (beberapa wilayah) | 55W | Masih cepat, tapi bukan maksimum 80W |
| USB-PD | ~18W | Kecepatan turun jika pakai charger non-ekosistem |
| Wireless charging | Tidak ada | Aksesori magnetik hanya untuk mounting/wallet |
| Daya tahan jangka panjang | Degradasi ≤20% / 4 tahun | Praktik charging sehat dapat memaksimalkan umur baterai |
Praktisnya, meski baterai besar, charge cepat membuat top-up singkat cukup efektif. Untuk umur baterai, hindari panas berlebih, pakai adaptor yang kompatibel, dan aktifkan bypass saat bermain agar performa dan daya tahan terjaga.
Kamera OnePlus 15R: 50MP utama, 8MP ultra-wide, 32MP selfie
Untuk pemotretan sehari-hari dan konten sosial, kamera pada ponsel ini cukup andal dalam pencahayaan baik. Fokus utama disini bukan foto profesional, melainkan hasil cepat yang enak dilihat dan mudah dibagikan.
Hilangan telephoto dan dampak nyata
Absennya telephoto membuat portrait dan zoom jadi lebih bergantung pada crop digital. Jika sebelumnya 13R menawarkan 2x optik, kini framing jarak menengah terasa kurang fleksibel.
Hasil portrait kehilangan sedikit naturalitas pada background blur dan detail saat zoom. Bagi yang sering butuh zoom optik, ini bisa jadi alasan pertimbangan ulang.
Kamera utama 50MP (IMX906/LYT-700)
Sensor 50MP memberi warna yang processed-but-pleasing. Siang hari detail dan dynamic range cukup baik.
Pada low light, detail cenderung lembut dan fokus kadang menantang. Foto malam kadang butuh mode malam untuk memperbaiki hasil.
Ultra-wide 8MP (IMX355) dan selfie 32MP
Ultra-wide berguna untuk landscape atau arsitektur, tapi sering berbeda tone dibanding lensa utama. Dynamic range dan warna bisa inkonsisten, terutama di malam hari.
Selfie 32MP meningkatkan detail. Namun fokus bisa tidak konsisten di kondisi tertentu, jadi cek hasil sebelum diunggah.
Video 4K 120fps — nilai tambah kreatif
Rekaman sampai 4K 120fps lengkap dengan stabilisasi membuat slow-motion terasa halus. Ini berguna untuk konten olahraga, hewan peliharaan, atau klip kreatif tanpa alat tambahan.
| Aspek | Spesifikasi | Performa siang | Performa malam |
|---|---|---|---|
| Kamera utama | 50MP (IMX906/LYT-700) | Warna menarik, detail baik | Detail soft, butuh mode malam |
| Ultra-wide | 8MP (IMX355) | Baik untuk lanskap | Warna/DR inkonsisten |
| Selfie | 32MP | Detail naik | Fokus kadang tidak konsisten |
| Video | 4K @120fps | Stabilisasi kuat, slow-motion halus | Masih layak untuk konten malam |
Kesimpulannya, jika Anda sering memotret keluarga atau produk di cahaya bagus, kamera ini memberi hasil memuaskan. Namun, untuk portrait yang membutuhkan zoom optik seperti di oneplus 13r, keterbatasan telephoto membuat fleksibilitas lebih terbatas.
Butuh alternatif atau rekomendasi kamera di kelas serupa? Lihat juga rekomendasi HP kamera terbaik.
Software & update: OxygenOS 16, AI, dan dukungan keamanan
OxygenOS 16 berbasis Android 16 menghadirkan antarmuka yang bersih dan sejumlah fitur AI praktis. Beberapa animasi terasa lebih berat, dan gaya UI mulai mirip iOS untuk sebagian pengguna.
Fitur AI yang berguna sehari-hari
Mind Space dan Plus Mind AI memudahkan mengarsipkan screenshot, voice note, dan ringkasan konten. Integrasi Google Gemini memberi bantuan instan saat butuh ringkasan atau ide cepat.
Plus Key: shortcut cepat dengan batasan
Plus Key bisa dipetakan ke ring/vibrate/silent, DND, kamera, senter, voice memo, translate, atau screenshot. Fungsi umumnya press-and-hold, dan kustomisasi peluncuran aplikasi terbatas.
Atur agar lebih nyaman
Saran: simpan tiga shortcut favorit (mis. kamera, senter, DND) untuk efisiensi. Cek settings agar tombol benar-benar menambah produktivitas harian.
| Aspek | Status | Catatan |
|---|---|---|
| OS | Android 16 (OxygenOS 16) | UI bersih, beberapa animasi berat |
| AI | Mind Space / Plus Mind AI + Gemini | Ringkasan, arsip, bantuan kontekstual |
| Plus Key | Shortcut terbatas | Bagus untuk cepat, kurang fleksibel |
Mengenai update: ponsel mendapat four years upgrade OS dan six years patch security. Itu support yang layak, namun masih di bawah komitmen tujuh years dari beberapa rival. Jika Anda biasanya pakai telepon 4–5 years, perbedaan ini layak dipertimbangkan saat menilai value jangka panjang.
Harga, varian, dan value di Indonesia: layak di Rp700-an?
Di pasar global, konfigurasi 12/256 dipatok mulai $699.99 dan 12/512 sekitar $799.99. Setelah pajak dan distribusi, kisaran ini sering masuk ke rentang Rp700-an sampai lebih tinggi di Indonesia.
Varian yang paling masuk akal
Untuk kebanyakan pengguna, varian 12/256 adalah pilihan value terbaik. Ia memberi ruang simpan cukup untuk apps dan foto tanpa menaikkan price terlalu jauh.
Jika Anda gamer atau sering rekam 4K, 12/512 masuk akal karena kapasitas storage lebih besar.
Value checklist: apa yang Anda bayar
- Performa tinggi untuk gaming dan multitasking.
- Baterai 7400mAh yang memberi endurance lama.
- Layar besar dan sensor unlock ultrasonik yang responsif.
Biaya kompromi
Trade-off jelas: kamera kurang fleksibel tanpa telephoto, ketiadaan wireless charging, dan port USB 2.0 untuk transfer data. Hal ini menurunkan kenyamanan bagi beberapa pengguna.
| Aspek | Kekuatan | Kompromi |
|---|---|---|
| Endurance | Baterai & charging cepat | Berat lebih besar |
| Gaming | Stabil & performa | Tidak ada telephoto |
| Harga | Kompetitif di segmen | Update OS vs rival (lebih sedikit tahun) |
Keputusan cepat
Kalau prioritas Anda battery dan performance, perangkat ini layak dipertimbangkan di kisaran Rp700-an. Jika Anda butuh kamera serbaguna, telephoto, atau wireless charging, ada phones lain di rentang serupa yang lebih cocok.
Kesimpulan
Akhir kata, ponsel ini menonjol karena battery besar dan performance yang stabil saat dipakai sehari-hari dan untuk gaming intens.
Layar menawarkan refresh rate yang membantu pengalaman bermain, sementara charging cepat memudahkan top-up singkat di sela aktivitas.
Trade-off jelas: camera kurang fleksibel tanpa telephoto, tidak ada wireless charging, dan port transfer masih USB 2.0.
Rekomendasi singkat: pilih jika prioritas Anda adalah battery life, display responsif, dan performa. Pertimbangkan alternatif jika zoom, wireless charging, atau transfer file cepat penting.
Pertimbangkan juga price dan durasi update sebelum memutuskan. Secara keseluruhan, ini phone “hampir flagship” yang kuat untuk banyak pengguna, tapi bukan solusi sempurna untuk semua skenario.
➡️ Baca Juga: Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H: Tahapan Penting yang Digelar 17 Februari
➡️ Baca Juga: Bali United vs Persebaya: Tavares Anticipates Resurgence of Serdadu Tridatu Amid Bruno and Milos Absence



