HyperOS Update Dicemooh: Butuh Sistem Distribusi Terpadu Seperti pada iPhone

Xiaomi kembali menarik perhatian terkait sistem pembaruan perangkat lunaknya. Metode distribusi update yang berbasis wilayah saat ini dianggap membingungkan bagi pengguna dan kurang efektif dalam memberikan pengalaman perangkat lunak yang seragam secara global.
Berbeda dengan pendekatan terpusat yang diadopsi oleh Apple dalam ekosistem iPhone, Xiaomi HyperOS masih menggunakan skema pembaruan yang bervariasi di berbagai wilayah seperti Global, Eropa (EEA), India, Taiwan, dan China. Masing-masing wilayah memiliki nomor versi dan file ROM yang berbeda, meskipun sebagian besar konten sistem sebenarnya identik.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kebingungan bagi pengguna mengenai status pembaruan perangkat mereka dan menghambat adopsi fitur-fitur terbaru.
Baca Juga: Xiaomi hentikan pembaruan HyperOS sementara, pengguna tidak bisa mendapatkan pembaruan hingga Maret.
Perbedaan Nomor Versi Memicu Kebingungan
Salah satu masalah utama terletak pada perbedaan nomor versi sistem HyperOS di antara wilayah. Dalam praktiknya, perangkat di pasar global bisa mendapatkan pembaruan dengan nomor versi yang lebih rendah dibandingkan versi di Eropa, meskipun fitur dan patch keamanan yang disertakan sama saja.
Perbedaan ini sering kali membuat pengguna merasa perangkat mereka tidak mendapatkan pembaruan terbaru, padahal sistem yang digunakan sudah diperbarui. Keadaan ini menunjukkan kurangnya konsistensi dalam distribusi pembaruan perangkat lunak.
Para pengamat teknologi berpendapat bahwa Xiaomi perlu menerapkan nomor build yang sama untuk semua wilayah agar pengguna dapat lebih jelas memahami status pembaruan. Jika distribusi global secara bersamaan sulit dilakukan, perusahaan setidaknya dapat menyederhanakan sistem dengan hanya beberapa ROM utama, seperti untuk pasar global, India, dan China.
Langkah ini diyakini akan mempercepat distribusi pembaruan serta mengurangi fragmentasi perangkat lunak.
Struktur Modular Dinyatakan Lebih Efisien
Selain standardisasi versi, Xiaomi juga dianggap perlu mengadopsi struktur sistem yang lebih modular untuk HyperOS. Saat ini, perusahaan tersebut harus menyediakan paket ROM besar sekitar 5–6 GB untuk setiap wilayah, sedangkan 99 persen file sistem sebenarnya identik.
Perbedaan antarwilayah biasanya hanya terletak pada aplikasi bawaan, sertifikasi lokal, konfigurasi jaringan, dan pengaturan tertentu.
Solusi yang diusulkan adalah memisahkan konfigurasi spesifik wilayah ke dalam partisi terpisah, seperti partisi khusus. Dengan cara ini, Xiaomi hanya perlu menyediakan satu sistem utama, sementara perangkat akan menyesuaikan aplikasi dan konfigurasi sesuai wilayah saat proses pengaturan awal.
Pendekatan modular ini diperkirakan dapat meningkatkan efisiensi pengembangan, mempercepat distribusi pembaruan, serta mengurangi penggunaan penyimpanan dan sumber daya server.
Perbedaan jadwal pembaruan antarwilayah juga mendorong praktik manipulasi oleh sebagian pengguna. Banyak yang mengubah pengaturan wilayah perangkat ke negara tertentu untuk mendapatkan pembaruan lebih cepat.
Praktik ini berisiko menimbulkan masalah keamanan dan ketidakstabilan sistem. Dengan sinkronisasi pembaruan secara global, pengguna tidak perlu lagi menggunakan cara tidak resmi untuk mendapatkan versi terbaru.
Sistem Terpadu Diharapkan Tingkatkan Kepercayaan Pengguna
Sebagai salah satu produsen smartphone terkemuka di dunia, Xiaomi diharapkan dapat menyederhanakan model distribusi HyperOS untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna terkait sistem pembaruan.
Dengan sistem pembaruan yang terpadu dan perangkat lunak yang universal, pengembang dapat fokus pada satu platform utama, mempercepat proses debugging, serta meningkatkan stabilitas sistem. Efisiensi pengembangan bahkan diperkirakan akan meningkat secara signifikan karena tim tidak lagi perlu mengelola berbagai ROM regional secara terpisah.
Baca Juga: HP Xiaomi semakin cerdas, Pembaruan HyperOS 3 hadirkan beragam fitur AI baru yang lebih personal.
Jika diterapkan, perubahan ini dapat memunculkan pengalaman sistem operasi yang lebih konsisten, aman, dan mudah dipahami oleh pengguna di berbagai negara.
➡️ Baca Juga: Clairmont Laporkan Codeblu ke Bareskrim Polri, Klaim Rugi Rp 5 Miliar karena Review Negatif
➡️ Baca Juga: <p>“Strategi Peningkatan Penjualan Apple: Lebih Banyak Paket Langganan di Cakrawala”</p>




