6 Rumah Rusak di Tiga Provinsi Akibat Gempa Pacitan M6,4

Gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah perairan di selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat pagi (6 Februari 2026), membawa dampak kerusakan bangunan di tiga provinsi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), setidaknya enam rumah mengalami kerusakan akibat gempa ini.
Gempa Pacitan terjadi sekitar pukul 01.06 WIB dan dirasakan cukup kuat di beberapa area selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meskipun tidak ada korban jiwa, guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah, mulai dari ringan hingga berat.
Baca Juga: Dampak Gempa Pacitan, 14 Perjalanan Kereta Api Alami Keterlambatan
Data Kerusakan Bangunan
Berdasarkan laporan yang dikumpulkan BMKG, satu rumah di Kabupaten Pacitan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga roboh. Sementara itu, banyak kerusakan dilaporkan terjadi di luar Jawa Timur.
Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, satu rumah mengalami kerusakan ringan dengan atap genteng yang rontok. Hal serupa juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana di Kabupaten Bantul, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan, dengan dinding retak dan plafon yang ambrol. Di Kabupaten Sleman, satu rumah juga mengalami kerusakan ringan akibat genteng rontok.
BMKG menyatakan bahwa data ini masih sementara dan mungkin akan bertambah seiring dengan proses pendataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pusat Gempa dan Karakteristiknya
Jumat, 06 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB, Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa dengan magnitudo M6,2.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,98° LS; 111,18° BT, tepatnya di laut, sekitar 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 km. pic.twitter.com/oO7e8qX6nq— DARYONO PRAWIRO SEKTI (@DaryonoBMKG) 5 Februari 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa pusat gempa terletak di laut pada koordinat 8,98° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, sekitar 89 kilometer tenggara Kota Pacitan. Gempa ini terjadi pada kedalaman 58 kilometer dan disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa.
“Gempabumi ini dirasakan di daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan skala intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah,” ungkap Daryono dalam keterangan pers pada Jumat (6 Februari 2026).
Di samping daerah dengan intensitas IV MMI, guncangan juga dirasakan di beberapa daerah lain dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran nyata dirasakan di dalam rumah dan dapat diibaratkan seperti truk besar yang melintas.
Daerah yang merasakan intensitas III MMI meliputi Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara.
Sementara itu, intensitas II MMI tercatat di Tuban dan Jepara, di mana getaran dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergetar.
Baca Juga: Gempa Pacitan M6,4 Ternyata Megathrust, BMKG: Getaran Dirasakan hingga Bali
BMKG Pastikan Tidak Ada Risiko Tsunami
Meskipun gempa ini memiliki kekuatan cukup besar dan dirasakan luas, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Penilaian ini berdasarkan hasil pemodelan dan analisis parameter gempa yang dilakukan oleh BMKG.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga beberapa waktu setelah gempa utama, belum terdeteksi adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan hanya mengakses informasi resmi yang disampaikan melalui saluran komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
➡️ Baca Juga: Rakit Mesin Multitasking 2025: 7 Kombo Hardware yang Bikin Semua Aplikasi Bisu
➡️ Baca Juga: Oppo Smartwatch: 100 Mode Olahraga & Sensor Kesehatan Canggih Terbaru




