IHSG Tertekan Mengikuti Tren Bursa Asia dan Wall Street Akibat Ketidakpastian Perang Iran-AS

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pada Rabu, 4 Maret 2026, dengan penurunan sebesar 43 poin atau 0,55 persen, sehingga berada di level 7.896.
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel di BNI Sekuritas, memprediksi bahwa IHSG memiliki kemungkinan untuk mengalami penurunan dalam perdagangan hari ini.
“IHSG masih menunjukkan potensi untuk kembali melemah, terutama dengan level support yang teruji di 7.900. Kita perlu waspada jika level tersebut tembus, karena bisa memicu penurunan lebih lanjut hingga 7.450,” jelas Fanny dalam laporan riset hariannya pada Rabu, 4 Maret 2026.
Bursa saham di Asia secara keseluruhan juga mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya, di tengah ketegangan yang terus berlanjut dalam konflik Iran yang sudah memasuki hari keempat tanpa tanda-tanda mereda. Kenaikan harga minyak pun berlanjut setelah laporan menyebutkan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz.
Minyak mentah untuk perdagangan di AS tercatat naik ke harga US$71,33 per barel, sedangkan minyak Brent mencapai US$78,07 per barel. Data dari Kpler menunjukkan bahwa lebih dari 14 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz sepanjang tahun lalu.
Angka tersebut setara dengan hampir sepertiga dari total ekspor minyak dunia melalui jalur laut, menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur yang sangat krusial bagi perdagangan energi global.
Di Korea Selatan, indeks Kospi mengalami penurunan tajam sebesar 7,2 persen, memimpin penurunan di kawasan Asia. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang jatuh 3,1 persen dan indeks Topix melemah 3,2 persen. Indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami penurunan 1,2 persen, Hang Seng di Hong Kong turun 1,1 persen, Taiex di Taiwan berkurang 2,2 persen, dan indeks di daratan China juga turun lebih dari 1 persen.
“Level support untuk IHSG saat ini berada di kisaran 7.650 hingga 7.750, sementara level resistennya berada di rentang 8.000 hingga 8.050,” tuturnya.
Bursa di Wall Street juga mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terkait kemungkinan konflik yang berkepanjangan antara AS dan Iran.
Meskipun terjadi penurunan signifikan, pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, sedikit meredakan kepanikan investor menjelang penutupan pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,83 persen, S&P 500 turun 0,94 persen, dan Nasdaq Composite mengalami penurunan 1,02 persen.
Pada Selasa sore, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Dalam unggahan di platform sosialnya, ia menegaskan komitmen AS untuk memastikan arus energi global tetap berjalan.
➡️ Baca Juga: Tokenisasi Jaminan: Kolaborasi Binance dan Franklin Templeton untuk Investor Institusi
➡️ Baca Juga: E-Sports bagi Difabel: Inovasi Teknologi dan Strategi Inklusivitas untuk Membuka Pelajarang Bagi Gamers Penyandang Disabilitas




