depo qris depo 10k
Otomotif

Mobil SUV yang Dulu Populer Kini Menurun, Konsumen Mulai Beralih ke Pilihan Lain

Mobil SUV tiga baris dari Toyota, Toyota Highlander 2026, kini berada dalam posisi yang dipertanyakan. Dalam persaingan yang semakin ketat, terutama dengan kehadiran model lain dari Toyota sendiri, Highlander dianggap mulai kehilangan daya tarik dan mungkin waktunya untuk digantikan oleh generasi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Tekanan terbesar yang dihadapi Highlander justru berasal dari model saudara dalam lini produk Toyota, yaitu Toyota Grand Highlander. Dengan ukuran yang lebih besar dan ruang kabin yang lebih luas, terutama pada baris ketiga, Grand Highlander menyoroti salah satu kelemahan utama Highlander yang sudah ada sejak lama.

Sejak peluncurannya, Grand Highlander telah berhasil menarik perhatian konsumen. Penjualannya bahkan dilaporkan jauh lebih tinggi dibandingkan Highlander, menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen yang kini menginginkan SUV keluarga dengan kapasitas ruang lebih optimal.

Penurunan minat terhadap Highlander sangat jelas terlihat, dengan angka penjualannya yang mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa model lama tersebut semakin kehilangan relevansi di pasar otomotif saat ini.

Dari segi desain, Highlander menawarkan konfigurasi tiga baris kursi yang dapat menampung hingga delapan penumpang. Namun, kenyamanan di baris ketiga sering kali menjadi isu yang dikeluhkan pengguna.

Ruang kaki yang terbatas serta area bahu yang sempit membuat kursi belakang kurang nyaman untuk penumpang dewasa. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan harapan konsumen SUV keluarga masa kini yang menginginkan kenyamanan di seluruh bagian kabin.

Meskipun demikian, bagian depan dan baris kedua Highlander tetap menawarkan kenyamanan yang memadai, dengan material berkualitas tinggi serta fitur-fitur seperti pemanas dan ventilasi pada beberapa varian.

Highlander 2026 hadir dengan dua pilihan mesin, termasuk varian hybrid yang mengombinasikan mesin bensin 2.5 liter dan motor listrik, menghasilkan total tenaga sekitar 243 hp. Versi non-hybrid menggunakan mesin turbo 2.4 liter yang menawarkan tenaga lebih besar.

Dalam penggunaan sehari-hari, varian hybrid memberikan respons yang baik di kecepatan rendah, terutama di area perkotaan. Namun, performanya cenderung biasa saja ketika melaju pada kecepatan tinggi.

Dari segi efisiensi, angka konsumsi bahan bakar terbilang cukup baik dalam spesifikasi, tetapi dalam kondisi nyata, hasilnya bisa bervariasi tergantung pada situasi jalan dan cuaca.

➡️ Baca Juga: 12 Software Editing Video Gratis Tanpa Watermark 2024 (Windows & macOS)

➡️ Baca Juga: Polri Selidiki Bukti Permintaan THR oleh Ormas kepada Pengusaha dan Siap Tindak Tegas

Related Articles

Back to top button