depo qris depo 10k
berita

Jokowi Apresiasi Keputusan Berani Prabowo untuk Tidak Naikkan Harga BBM di Tengah Risiko

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai keputusan pemerintah yang dipimpin oleh Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu merupakan langkah yang berani. Keputusan ini diambil di saat konflik di Timur Tengah berlangsung, yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Dalam pandangan Jokowi, tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, telah menimbulkan ketidakpastian di seluruh dunia. Situasi ini menyebabkan negara-negara lain menghadapi kesulitan dalam menangani dampak krisis yang terjadi di kawasan tersebut.

Jokowi mengungkapkan, “Kemarin sore, saya melihat harga minyak Brent telah mencapai kisaran 108 hingga 112 dolar AS, yang merupakan angka yang signifikan dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di rentang 60-70 dolar AS. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak hampir dua kali lipat, dan jika tren ini berlanjut, negara-negara akan kesulitan untuk bertahan.” Pernyataan ini disampaikan dalam acara Halalbihalal & Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara yang berlangsung di Hotel Sunan, Solo, pada 4 April 2026.

Meskipun demikian, Jokowi menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, pemerintah berhasil mempertahankan harga BBM tanpa adanya penyesuaian. Ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengelola kondisi ekonomi yang sulit.

“Bayangkan saja, negara-negara lain telah menaikkan harga BBM mereka antara 40 hingga 60 persen, sementara kita tetap pada harga yang sama. Pertalite masih di angka 10 ribu rupiah, dan Pertamax mungkin di kisaran Rp12.400 hingga Rp12.500, tetap tidak berubah,” lanjut Jokowi.

Dia menambahkan, “Bagi saya, ini adalah keputusan yang sangat berani, sebuah langkah yang diambil setelah perhitungan yang matang dan cermat. Keberanian ini memungkinkan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM hingga saat ini, meskipun dengan risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga minyak.”

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian terhadap harga BBM subsidi. Ini berarti bahwa harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau solar dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau pertalite akan tetap sama seperti yang berlaku saat ini.

Bahlil menjelaskan, “Pemerintah, berdasarkan arahan dari Bapak Presiden dan hasil rapat, memutuskan bahwa tidak ada penyesuaian harga untuk BBM subsidi, baik kenaikan maupun penurunan. Artinya, harga akan tetap flat, sama seperti sekarang.” Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers mengenai kebijakan pemerintah dalam merespons kondisi geopolitik global pada 31 Maret 2026.

Bahlil juga menekankan bahwa keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto selalu berlandaskan pada kepentingan rakyat, meskipun dalam situasi gejolak di pasar energi global. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian yang melanda.

➡️ Baca Juga: PLN Umumkan Rincian Tarif Listrik Februari 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

➡️ Baca Juga: Ojol Dapatkan BBM Gratis dari Pertamina dengan Pembelian Paket Data Telkomsel

Related Articles

Back to top button