depo qris depo 10k
lifestyle

Eks Karyawan Lakukan Aksi Nekat yang Guncang Mental Fuji, Dari Penyebaran Chat hingga Pemantauan Gerak-gerik

Jakarta – Kasus dugaan penggelapan yang menimpa selebgram Fujianti Utami, yang lebih dikenal dengan nama Fuji, terbukti lebih rumit daripada sekadar kehilangan finansial. Di balik kerugian yang mencapai miliaran rupiah, terdapat serangkaian tindakan dari mantan karyawannya yang memperkeruh keadaan—termasuk pelanggaran privasi dan dampak pada kesehatan mentalnya.

Dalam penjelasannya di Polres Metro Jakarta Selatan pada 20 April 2026, Fuji mengungkapkan bahwa pelaku diduga dengan sengaja menghapus semua data penting dari ponsel yang digunakan untuk bekerja. Data tersebut mencakup percakapan di WhatsApp dan arsip kolaborasi dengan klien yang sangat penting. Mari kita telusuri lebih lanjut!

“Ratusan, bahkan mungkin ribuan, percakapan hilang. Semua chat di WhatsApp saya hilang,” ungkap Fuji.

Dampak dari tindakan ini sangat signifikan. Fuji mengaku telah kehilangan akses pada sejumlah kontak penting dan dokumen yang selama ini menjadi fondasi dari kegiatan profesionalnya.

“Saya sangat bingung karena semua data dihapus tanpa jejak. Mulai dari galeri hingga WhatsApp, semua dihapus dengan rapi,” jelasnya.

Kerugian yang dialami Fuji tidak hanya bersifat materi. Nama baiknya sebagai seorang publik figur juga terpengaruh akibat kekacauan yang ditimbulkan oleh mantan karyawan tersebut.

“Saya mengalami kerugian besar, dan nama baik saya juga rusak,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, Fuji juga menyebut adanya pelanggaran privasi yang serius. Mantan karyawan tersebut diduga menyebarkan tangkapan layar dari percakapan pribadinya untuk dijadikan bahan ejekan di kalangan orang-orang tertentu.

“Dia mengambil screenshot dari chat pribadi saya dan menyebarkannya untuk dijadikan bahan tertawaan, sambil menggunjingkan saya di belakang,” katanya.

Yang lebih meresahkan, Fuji berkeyakinan bahwa pelaku berkolaborasi dengan pihak lain untuk memantau aktivitas dan keberadaannya.

“Setiap kali saya pergi ke suatu tempat, dia seolah mendapatkan informasi. Dia bisa tahu di mana saya berada, apa yang saya lakukan, dan dengan siapa saya,” jelasnya.

Tidak hanya soal data dan privasi, Fuji juga menemukan indikasi bahwa aset pribadinya disalahgunakan. Beberapa barang miliknya, seperti kamera, diduga disewakan tanpa izin ketika ia sedang berada di luar negeri.

Serangkaian kejadian ini membuat kondisi mental Fuji sempat terguncang. Ia bahkan pernah mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang psikiater.

“Ini sangat mempengaruhi mental saya. Saya sempat berpikir untuk menghubungi psikiater, tetapi tidak jadi karena dukungan dari teman-teman saya yang sangat solid,” kata Fuji.

➡️ Baca Juga: 4 HP Gaming Murah 2026 dengan Baterai Tahan Lama: Pilihan di Bawah 3 Juta

➡️ Baca Juga: <p>“Ulasan AirPods Pro 3 Setelah Empat Bulan: Kesesuaian, Kenyamanan, dan Wawasan Kinerja”</p>

Related Articles

Back to top button