depo qris depo 10k
berita

300 Anggota Brimob Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Solok

Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah mengambil langkah sigap dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok. Dengan mengerahkan personel dan peralatan yang diperlukan, mereka berupaya mendukung proses evakuasi warga yang terkena dampak serta membersihkan material yang menghambat akses jalan.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, mengungkapkan di Arosuka bahwa jajaran kepolisian bekerja sama dengan berbagai unsur terkait telah segera turun tangan untuk menangani situasi di lokasi bencana tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi, mendata kerugian, dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak oleh bencana ini.

“Personel telah siap sedia untuk membantu dalam proses penanganan dan evakuasi warga yang terkena dampak. Kami juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujar Djati pada Selasa, 22 September 2026.

Dalam usaha penanganan ini, Polda Sumbar menurunkan sekitar 300 anggota satuan Brimob untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan.

Tidak hanya personel Brimob, jajaran kepolisian dari berbagai satuan kerja di Polda Sumbar serta anggota Polres Solok juga dikerahkan ke lokasi bencana untuk memberikan dukungan.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih aktif menangani dampak dari banjir bandang, terutama dalam membersihkan material yang menghalangi akses masyarakat dan jalur transportasi antara Solok dan Padang.

Polda Sumbar, bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait lainnya, terus melaksanakan evakuasi serta pembersihan untuk mempercepat pemulihan akses dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Tim Polda Sumbar telah memulai upaya evakuasi sejak malam hari, Senin, 21 September 2026, setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa membersihkan area terdampak, khususnya dengan bantuan dari satuan Brimob,” ungkapnya.

Djati menegaskan bahwa fokus utama di lokasi bencana adalah evakuasi warga untuk memastikan keselamatan mereka.

Kapolda Sumbar memperkirakan bahwa proses pemulihan dan pembersihan material akibat banjir bandang ini akan memakan waktu sekitar satu minggu, tergantung pada situasi di lapangan.

“Yang paling penting saat ini adalah melakukan evakuasi. Semoga upaya pembersihan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Djati juga menambahkan bahwa bila memungkinkan, pihaknya akan mendirikan pos di sekitar lokasi untuk mendukung proses penanganan dan koordinasi selama masa tanggap bencana ini.

➡️ Baca Juga: Turis Tewas Ditembak Dua Bulan Sebelum Piala Dunia 2026 di Negara Tuan Rumah

➡️ Baca Juga: <p>“Mengapa X Menjadi Open Source Menimbulkan Risiko bagi Akun Alt Anonim”</p>

Related Articles

Back to top button