Site icon BTP

Abu Vulkanik Anak Krakatau Dapat Menempel di Makanan, Kenali Risiko dan Solusinya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Dapat Menempel di Makanan, Kenali Risiko dan Solusinya

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu aktivitas luar ruangan, tetapi juga dapat masuk ke dalam rumah. Partikel abu yang terbawa angin dapat mengendap di berbagai permukaan, termasuk makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka. Paparan makanan terhadap abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan, antara lain menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.

Kandungan kimia, senyawa asam (seperti asam sulfat), serta logam berat yang terdapat pada abu vulkanik dapat bereaksi dengan agresif saat memasuki tubuh. Hal ini dapat memicu gejala iritasi saluran pencernaan, seperti nyeri atau kram perut yang hebat, mual dan muntah yang berulang, serta diare.

Selain berdampak pada sistem pencernaan, abu vulkanik yang menempel pada makanan juga dapat menyebabkan iritasi fisik pada mulut dan tenggorokan. Partikel silika dalam abu vulkanik bersifat kasar dan abrasif. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi akan membuat pengalaman menelan terasa seperti mengunyah pasir halus, yang berpotensi menimbulkan rasa perih, luka mikroskopis, serta iritasi langsung pada dinding mulut, kerongkongan, dan tenggorokan.

Menghadapi kekhawatiran tentang abu vulkanik yang mungkin menempel pada makanan, dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko ini.

Diana menyatakan, “Ketika terjadi hujan abu vulkanik, kita tidak hanya perlu melindungi paru-paru, tetapi juga makanan dan minuman yang kita konsumsi. Mengapa demikian? Karena partikel abu vulkanik sangat halus dan dapat mengendap di berbagai permukaan, termasuk makanan dan minuman kita. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada, karena jika makanan kita terpapar, kita juga berisiko,” ucapnya melalui akun Instagram resminya pada tanggal 7 September 2026.

Diana juga membagikan beberapa langkah yang dapat diambil masyarakat untuk melindungi makanan dan minuman dari paparan abu vulkanik. Langkah pertama adalah memastikan semua makanan dan minuman yang ada di meja makan selalu dalam keadaan tertutup.

“Setelah memasak, pastikan makanan tertutup, dan begitu juga dengan minuman. Simpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat, agar tidak terbuka. Untuk buah dan sayur yang baru dibeli, biasanya kita hanya mencucinya dengan cara biasa, namun saat ini, mencuci harus dilakukan secara menyeluruh dan berulang kali sebelum kita memotong dan menyimpannya dalam wadah tertutup,” imbuhnya.

➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan Online dengan Menyediakan Layanan QA Manual untuk Aplikasi Mobile

➡️ Baca Juga: 16 Cabang Olahraga Unik di Olimpiade Musim Dingin 2026: Dari Ski Hingga Curling

Exit mobile version