depo qris slot qris
bisnis

Akselerasi Proyek 100 GW Energi Surya RI Melalui Green Sukuk: Simak Penjelasannya

Jakarta – Dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan investasi untuk energi bersih sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi, penerapan skema pembiayaan inovatif seperti green sukuk dianggap sebagai salah satu solusi efektif. Instrumen ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi surya di Indonesia, khususnya dalam mencapai target pembangunan kapasitas sebesar 100 gigawatt (GW) untuk sektor energi terbarukan.

Hal ini menjadi fokus dalam sebuah diskusi bertajuk “Green Sukuk untuk Transisi Energi: Model Pembiayaan Inovatif bagi Program 100 GW Energi Surya” yang berlangsung di Jakarta. Forum ini melibatkan berbagai perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Koperasi dan UKM, serta sejumlah lembaga lain untuk mengeksplorasi peluang inovasi dalam pembiayaan untuk mendukung investasi di sektor energi surya.

Deni Ridwan, Direktur Pembiayaan Syariah di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya mengoptimalkan berbagai instrumen fiskal yang ada untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan instrumen pembiayaan syariah.

“Pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan semua instrumen fiskal yang dimiliki, baik dalam hal pendapatan, belanja, maupun pembiayaan, guna mendukung pengembangan ekonomi hijau dan mencapai target pembangunan berkelanjutan,” jelas Deni dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pelopor dalam penerbitan green sukuk di pasar global. Instrumen ini telah digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang ramah lingkungan, mencakup energi terbarukan, transportasi berkarbon rendah, pengelolaan limbah, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Proyek-proyek yang dibiayai melalui green sukuk, menurut Deni, telah menunjukkan dampak positif dalam pengurangan emisi karbon. “Proyek-proyek tersebut telah berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon lebih dari 10 juta ton CO₂,” tuturnya.

Di samping mendukung pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan, penerbitan green sukuk juga memberikan peluang untuk memperluas basis investor yang memiliki perhatian terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dengan demikian, instrumen ini dapat menjadi sumber pembiayaan strategis untuk mendukung agenda transisi energi nasional yang lebih luas.

Sementara itu, Prof. Waryono Abdul Ghafur, Direktur Zakat dan Wakaf dari Kementerian Agama, menyatakan bahwa agenda transisi energi ini sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mengedepankan keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

➡️ Baca Juga: <p>“Buka Masa Depan: Paket Creator Studio, AirTag 2, dan Fitur Siri Baru yang Menarik”</p>

➡️ Baca Juga: Bhayangkara Akhiri Rekor 13 Laga Tanpa Kalah, Persebaya Tumbang di GBT

Related Articles

Back to top button