Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, kini tengah menjadi perhatian publik setelah video dirinya yang terlihat membakar lahan di kebun sawit miliknya viral di media sosial. Kejadian ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, memicu perdebatan mengenai praktik pembakaran lahan yang seringkali dianggap kontroversial.
Setelah video tersebut menyebar luas, Choirussaib memberikan klarifikasi. Ia mengunggah sebuah pernyataan di akun media sosialnya, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh video itu.
“Saya ingin memberikan tanggapan mengenai video yang menjadi viral baru-baru ini. Pertama-tama, saya mohon maaf atas keributan yang terjadi di media sosial kemarin,” ungkapnya dalam keterangan yang dilansir pada Rabu, 23 September 2026.
Lebih jauh, ia mengakui bahwa video yang beredar memang diambil di lahan miliknya. Choirussaib menjelaskan bahwa lahan tersebut sudah terbakar sejak 1 September dan sisa-sisa kayu yang terlihat dalam video adalah hasil dari kebakaran tersebut.
“Kedua, saya ingin meluruskan bahwa video tersebut benar diambil di lahan saya, yang memang terbakar sejak tanggal 1 September. Sisa kayu yang belum terbakar saya tebang dan bersihkan. Intinya, saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari sisa kebakaran yang sudah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan pembakaran tumpukan kayu itu dilakukan oleh temannya. Choirussaib mengaku merekam video tersebut dengan niat iseng dan tidak menyangka jika akan menjadi perhatian luas.
“Teman saya yang melakukan pembakaran. Sementara saya hanya merekam video dengan niat iseng. Itulah kesalahan saya, mungkin yang membuat video ini menjadi viral,” jelasnya.
Sementara itu, kepolisian setempat kini telah meningkatkan penanganan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Kapolres Mempawah, Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Chandra Capa Yanto, menyampaikan bahwa penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa Choirussaib serta sejumlah saksi terkait aktivitas pembakaran tersebut.
“Informasi awal yang kami peroleh menunjukkan bahwa memang benar dia melakukan pembakaran di lahan yang sebelumnya sudah terbakar. Sisa-sisa yang ada dibakar untuk membuka lahan yang akan ditanami jagung dan sawit,” kata Ade saat dikonfirmasi pada Selasa, 22 September 2026.
Polisi juga kembali melakukan olah TKP untuk mendalami lebih jauh mengenai kejadian ini. Tim laboratorium forensik juga telah dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi kejadian, guna memastikan fakta-fakta yang ada.
Dengan adanya klarifikasi dari Choirussaib, diharapkan masyarakat dapat memahami konteks di balik video tersebut. Meskipun demikian, aksi pembakaran lahan tetap menimbulkan pertanyaan mengenai dampak lingkungan dan legalitas dari tindakan tersebut.
Keberlanjutan praktik pertanian yang ramah lingkungan menjadi isu yang semakin penting untuk diperhatikan oleh semua pihak. Dalam konteks ini, klarifikasi yang disampaikan Choirussaib menjadi langkah awal untuk membuka dialog mengenai pengelolaan lahan yang lebih bertanggung jawab.
Dari pernyataan yang dibuatnya, terlihat bahwa ada kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan meskipun dalam praktik pertanian. Pembakaran lahan, meskipun dalam konteks tertentu dianggap sebagai metode yang sah, tetap memiliki risiko yang patut dipertimbangkan.
Oleh karena itu, penting bagi para petani dan pengusaha perkebunan untuk mengedukasi diri mereka mengenai alternatif lain yang lebih ramah lingkungan dalam pengelolaan lahan. Penggunaan teknik pertanian yang berkelanjutan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga untuk keberlangsungan bisnis mereka di masa depan.
Melihat dari sisi hukum, tindakan pembakaran lahan harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami regulasi yang ada terkait dengan pengelolaan lahan dan dampak yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut.
Kedepannya, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan etika dalam pengelolaan lahan. Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem harus menjadi prioritas utama, agar praktik pertanian dapat berlanjut dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Start Buruk MotoGP 2026, Yamaha Disebut Terancam Kehilangan Dana Pengembangan
➡️ Baca Juga: Manfaat Penting Dashcam Mobil yang Meningkatkan Keamanan Berkendara Anda

