Ardhito Pramono menunjukkan keahliannya dalam dunia akting melalui film terbarunya berjudul Gudang Merica. Dalam perannya sebagai Razi, Ardhito merasakan perbedaan yang signifikan dengan karakter aslinya, sehingga ia harus beradaptasi dan mendalami peran tersebut dengan serius.
Menurut Ardhito, karakter Razi merupakan sosok yang jauh lebih naif dan memiliki gaya berpakaian yang sangat berbeda dari dirinya yang sebenarnya.
“Proses pendalaman karakter Razi terasa cukup lucu karena saya tidak pernah memainkan peran dengan gaya komunikasi seperti itu, dan belum pernah sepolos ini dalam berinteraksi,” ungkap Ardhito Pramono saat peluncuran trailer dan poster film Gudang Merica, di Jakarta, Rabu 15 April 2026.
Dari sisi penampilan, Ardhito Pramono juga mengubah gaya rambutnya dengan model belah tengah, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Ia merasakan bahwa potongan tersebut sangat sesuai dengan karakter yang ia perankan di film, meskipun tidak cocok untuk penampilannya sehari-hari.
“Jelas sekali berbeda dengan saya, kalau Ardhito itu terlihat lebih keren. Mengembangkan karakter Razi cukup menantang dan sangat berbeda. Model rambutnya pun tidak sama. Saya belum pernah menggunakan belah tengah sebelumnya, jadi ini menjadi pengalaman menarik untuk karakter ini,” tambah Ardhito Pramono.
Film horor komedi terbaru yang berjudul Gudang Merica membawa warna baru ke industri perfilman Indonesia. Karya yang diproduksi oleh MVP Pictures ini disutradarai oleh Imam Darto dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026.
Menggabungkan elemen horor dan komedi, film ini menyajikan cerita yang unik dengan mengangkat kehidupan mahasiswa kedokteran yang tengah menjalani masa koas di sebuah rumah sakit di daerah pinggiran.
Cerita ini berfokus pada empat mahasiswa kedokteran yang awalnya menjalani rutinitas koas mereka seperti biasa. Namun, situasi menjadi tegang ketika mereka secara tidak sengaja terjebak dalam serangkaian peristiwa mistis yang saling terkait dan terus berkembang, menciptakan suasana yang semakin mendebarkan.
Imam Darto, sang sutradara, menjelaskan bahwa konsep dasar cerita film ini berasal dari pihak rumah produksi. Ia kemudian mengembangkan ide tersebut menjadi alur yang lebih kompleks dengan berbagai kejutan yang tidak terduga.
➡️ Baca Juga: Meningkatnya Minat Pelajar Indonesia untuk Kuliah di Singapura, Apa Penyebabnya?
➡️ Baca Juga: Fitur AI Redmi Note 14 Series untuk Konten: Ulasan Lengkap Sky Replacement & Erase!

