AS dan Iran Siap Melanjutkan Negosiasi Putaran Kedua pada Minggu Ini

Putaran baru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran direncanakan akan berlangsung pada akhir pekan ini atau awal minggu depan. Informasi ini diperoleh dari seorang pejabat kedutaan Iran yang berada di Pakistan, sebagaimana dilaporkan pada tanggal 14 April 2026.
Usaha diplomatik untuk mengakhiri ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih terus berjalan, meskipun pembicaraan panjang yang diadakan selama akhir pekan lalu tidak berhasil mencapai kesepakatan. Para pejabat kini sedang mempertimbangkan untuk menggelar putaran kedua negosiasi sebelum masa gencatan senjata yang berlaku selama dua minggu berakhir pada tanggal 21 April.
Dikabarkan bahwa putaran negosiasi selanjutnya antara AS dan Iran mungkin akan berlangsung pada hari Kamis, 16 April 2026, menurut laporan dari sejumlah pejabat pemerintahan AS.
Presiden Donald Trump dan timnya mengindikasikan bahwa mereka terbuka untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan Iran, setelah Washington menilai kesiapan Teheran untuk memenuhi tuntutan yang telah diajukan. Sumber dari CNN menyebutkan bahwa pertemuan tambahan tersebut dapat berlangsung sebelum tenggat gencatan senjata berakhir, bahkan mungkin disertai dengan perpanjangan periode tenang dalam konflik.
Beberapa negara juga menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan. Pejabat Pakistan menyatakan kepada Associated Press bahwa Islamabad siap memfasilitasi pertemuan tatap muka antara kedua belah pihak. Di sisi lain, Turki yang selama ini berperan sebagai mediator, kembali berusaha menjembatani perbedaan posisi antara Washington dan Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh sumber regional.
Di tengah upaya diplomasi ini, pemerintahan Trump justru meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan blokade angkatan laut pada kapal-kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. Selat tersebut, yang merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, menjadi titik perhatian dalam konflik, terutama setelah Iran terindikasi mengaktifkan kekuatan militernya di kawasan dan membatasi akses kapal sejak dimulainya perang.
“Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ungkap Trump kepada para wartawan di Gedung Putih pada Senin sore, mengutip laporan dari Time. Presiden juga menyatakan bahwa Iran telah menghubungi pihak Amerika Serikat pada pagi hari yang sama.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menanggapi informasi bahwa Trump mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas sebagai alternatif selain blokade laut. Dalam pernyataannya kepada Time, ia menyebutkan, “Setelah 21 jam negosiasi, Iran memilih untuk mengejar senjata nuklir daripada perdamaian. Presiden telah memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, menghentikan pemerasan dari Iran, dan dengan bijak mempertimbangkan semua opsi lain yang tersedia.”
➡️ Baca Juga: PS5 Slim vs Xbox Series S Performa 5 Game AAA Ternyata Beda Tipis Banget, Yang Mana Worth It?
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral Bermanfaat untuk Mengelola Aktivitas Online Tanpa Stres




