Australia Menjadi Target Pasar Utama Ekspor Kopi RI Senilai Rp10 Triliun dalam 3 Tahun

Indonesia aktif memperluas jangkauan pasar ekspor untuk produk olahan, salah satunya adalah kopi yang dihasilkan oleh para petani lokal. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara mitra, termasuk Australia.
Dalam konteks ini, PT Nestle Indonesia berperan sebagai pelopor dalam mengekspor produk kopi siap saji yang dihasilkan di tanah air. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pengiriman ke Australia merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mendistribusikan kopi Indonesia ke berbagai penjuru dunia.
“Secara simbolis, kami meresmikan ekspor ke Australia, tetapi sebenarnya kami juga mengirimkan produk kopi ke banyak negara lainnya,” jelas Budi saat acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung di ICE BSD baru-baru ini.
Budi menambahkan bahwa perusahaan tersebut berkolaborasi dengan petani kopi, peternak sapi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan baku. Ia juga menekankan komitmen produsen makanan dan minuman ini untuk mendukung pengembangan produk lokal guna memenuhi standar internasional.
Kerjasama antara Kementerian Perdagangan dan perusahaan tersebut juga mencakup upaya untuk meningkatkan daya saing para petani serta produktivitas sektor pertanian di dalam negeri. Kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mendorong ekspor produk olahan dan bahan baku Indonesia ke pasar asing.
“Ini mencerminkan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia. Saya berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional,” ungkap Georgios Badaro, Presiden Direktur perusahaan.
Perusahaan ini telah mengekspor lebih dari 70 jenis produk ke lebih dari 30 negara, termasuk Filipina, Bangladesh, Australia, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Produk yang dikirimkan mencakup berbagai kategori, termasuk kopi dan minuman cokelat.
“Kami berharap dapat terus memperkuat ekosistem industri dan pertanian nasional, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” kata Fajar Dewantara, Direktur Corporate Affairs perusahaan.
Target ekspor yang ditetapkan adalah sebesar Rp10 triliun dalam kurun waktu tiga tahun. Sementara itu, dampak terhadap petani dan pemasok lokal sangat bergantung pada pelaksanaan ekspor serta kebutuhan bahan baku selama periode kerja sama ini.
➡️ Baca Juga: Syahrini Ceritakan Kesedihan Mendalam Setelah Dua Kali Keguguran Anak Kembar
➡️ Baca Juga: Pejabat Jabar Perlu Tanggung Jawab atas Tuntutan Kenaikan Tunjangan dan Fasilitas



