Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi kembali melayani penerbangan pada Selasa, 8 September 2026, setelah sebelumnya menghentikan operasionalnya akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap situasi yang berkaitan dengan dampak dari fenomena vulkanik tersebut.
Informasi mengenai pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta diumumkan melalui akun Instagram resmi @soekarnohattaairport. Pengelola bandara mengkonfirmasi bahwa layanan penerbangan di salah satu hub tersibuk di Indonesia itu dapat dilanjutkan setelah dilakukan pemantauan kondisi abu vulkanik yang menyertai erupsi.
“Sehubungan dengan situasi Erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, kami mengumumkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali beroperasi,” tulis akun Instagram @soekarnohattaairport dalam unggahan yang dirilis pada Selasa, 8 September 2026.
Walaupun operasional telah dibuka kembali, calon penumpang diminta untuk tidak langsung menuju bandara tanpa memastikan terlebih dahulu status penerbangan mereka. Pengelola menekankan pentingnya memeriksa informasi terkini mengenai status serta jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
Pentingnya imbauan ini muncul mengingat bahwa jadwal penerbangan dapat berubah sesuai dengan kondisi operasional dan faktor keselamatan yang ada. Penumpang juga disarankan untuk mengikuti informasi dari pihak maskapai agar tidak mengalami kendala saat melakukan perjalanan ke Bandara Soetta.
“Kami mendorong semua pengguna jasa bandara untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan mereka melalui saluran resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan. Untuk informasi terkait bandara, silakan hubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172,” tambah keterangan resmi dari pihak bandara.
Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta terpaksa menghentikan operasionalnya untuk waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini diambil setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan potensi penyebaran abu vulkanik yang dapat berisiko bagi keselamatan penerbangan.
Abu vulkanik merupakan salah satu aspek yang sangat perlu diperhatikan dalam operasional penerbangan karena dapat berpotensi mengganggu kinerja mesin pesawat dan komponen lainnya. Oleh karena itu, penghentian sementara layanan penerbangan diambil sebagai langkah pencegahan sambil menunggu pemantauan lebih lanjut dari otoritas terkait.
Sebelum keputusan untuk membuka kembali bandara diambil, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil pengujian di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan tidak adanya keberadaan abu vulkanik. Hasil pemeriksaan ini menjadi salah satu pertimbangan kunci dalam evaluasi keselamatan penerbangan sebelum aktivitas kembali dilanjutkan.
Otoritas terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi atmosfer dan potensi pergerakan abu vulkanik untuk memastikan bahwa penerbangan dapat berlangsung dengan aman. Langkah-langkah ini diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional bandara.
➡️ Baca Juga: Solusi Mengatasi Google Wallet yang Error Setelah Root atau Unlock Bootloader di Samsung
➡️ Baca Juga: Cristian Chivu: Juventus New Identity Could Challenge Any Team

