Ihram.co.id — Film horor terbaru Scream 7 langsung mencetak rekor box office bahkan sebelum tayang penuh di bioskop. Film produksi Paramount Pictures dan Spyglass Media Group ini meraup pendapatan preview sebesar US$7,8 juta atau sekitar Rp122 miliar (kurs Rp15.700 per dolar AS), menjadikannya capaian preview tertinggi sepanjang sejarah franchise Berteriak.
Capaian ini mempertegas kuatnya daya tarik franchise horor legendaris tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi film untuk mendominasi pendapatan box office akhir pekan.
Rekor Preview Tertinggi Sepanjang Franchise
Pendapatan preview Berteriak 7 melampaui capaian film-film sebelumnya dalam seri yang sama.
Sebagai perbandingan, Scream mencatat US$13,3 juta (Rp209 miliar) dari preview dan hari pertama penayangan, yang mewakili 44% dari total pembukaan tiga hari sebesar US$30 juta (Rp471 miliar).
Sementara itu, Scream VI sebelumnya memegang rekor franchise untuk pembukaan dengan pendapatan gabungan preview dan hari pertama sebesar US$19,2 juta (Rp301 miliar), atau 43% dari debut domestik US$44,4 juta (Rp697 miliar). Film tersebut juga sempat mencatat rekor preview franchise di angka US$5,7 juta.
Dengan raihan terbaru US$7,8 juta, Berteriak 7 kini memegang rekor preview tertinggi sekaligus memperkuat momentum franchise di pasar global.
Antusiasme Tinggi Berkat Kembalinya Neve Campbell
Tingginya minat penonton terhadap film ini dipicu oleh kembalinya Neve Campbell sebagai Sidney Prescott, karakter utama yang menjadi ikon franchise sejak film pertama dirilis pada 1996. Kembalinya Campbell disebut sebagai faktor utama yang mendorong sentimen positif dan nostalgia di kalangan penggemar.
Firma analitik media sosial RelishMix mencatat jangkauan percakapan daring Berteriak 7 mencapai 264,5 juta interaksi, sekitar 11% di atas rata-rata film franchise horor. Meski begitu, angka tersebut masih 27% lebih rendah dibandingkan jangkauan Jeritan VI yang mencapai 360,5 juta interaksi.
Selain Campbell, Courteney Cox juga kembali memerankan Gale Weathers dengan basis penggemar media sosial yang besar. Respons publik terhadap film ini tergolong “mixed-positive”, dengan banyak penonton menyambut nuansa nostalgia sekaligus apresiasi terhadap elemen klasik franchise.
Debut Sutradara Kevin Williamson di Franchise 30 Tahun
Film ini juga menarik perhatian karena disutradarai oleh Kevin Williamson, penulis naskah asli Berteriakyang untuk pertama kalinya mengarahkan langsung film dalam franchise tersebut.
Cerita berfokus pada Sidney Prescott yang kembali ke Pine Grove, Indiana bersama putrinya (diperankan Isabel May), ketika keduanya kembali menjadi target teror pembunuh bertopeng Ghostface.
Duo pembuat film Radio Silence — Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett — yang sebelumnya menyutradarai Berteriak (2022) dan Jeritan VIkali ini bertindak sebagai produser.
Strategi Rilis Premium dan Penayangan Global
Seluruh pendapatan preview berasal dari penayangan khusus penggemar mulai pukul 18.00 waktu setempat di layar premium yang dilengkapi konten tambahan dan merchandise, sebelum dilanjutkan dengan preview reguler.
Berbeda dari film sebelumnya, Berteriak 7 tidak dirilis dalam format 3D, tetapi untuk pertama kalinya hadir dalam format IMAX, ScreenX, D-Box, dan premium large format lainnya.
Film ini juga dirilis serentak di 52 wilayah internasional, termasuk Australia, Brasil, Prancis, Jerman, Italia, Meksiko, Spanyol, dan Inggris.
Respons Kritikus Lebih Rendah, Penonton Tetap Positif
Meski mencatat performa komersial kuat, ulasan kritikus terhadap Berteriak 7 terbilang lebih rendah dibanding dua film sebelumnya. Film ini memperoleh skor sekitar 38% dari kritikus di Rotten Tomatoes, sementara skor penonton berada di kisaran 79%.
Sebagai perbandingan, Jeritan VI meraih 77% dari kritikus dan 90% dari penonton, sedangkan Berteriak (2022) memperoleh 76% dan 82%.
Potensi Dominasi Box Office Akhir Pekan
Berteriak 7 menjadi satu-satunya film studio besar yang dirilis secara luas pekan ini. Film tersebut diproduksi dengan biaya sekitar US$45 juta atau sekitar Rp706 miliar, di luar biaya pemasaran.
Secara keseluruhan, enam film Berteriak sebelumnya telah menghasilkan total pendapatan global sebesar US$908,5 juta atau sekitar Rp14,26 triliun, menjadikannya salah satu franchise horor paling sukses dalam sejarah perfilman modern.
Dengan momentum preview yang kuat dan basis penggemar loyal, industri perfilman kini menantikan apakah Berteriak 7 mampu mencetak rekor pembukaan baru sekaligus memperpanjang dominasi franchise di box office global.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Saham dengan Fundamental Kuat untuk Portofolio Investasi Jangka Menengah
➡️ Baca Juga: Puan Tegaskan Pentingnya Etika di Tengah Fenomena Kritik yang Berujung Laporan Polisi

