Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M Sarmuji, menyatakan bahwa Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) III Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program kerja yang ada. Langkah ini dianggap penting untuk dijadikan sebagai fondasi dalam merumuskan program umum setelah melakukan musyawarah yang komprehensif.
Sarmuji menekankan bahwa penyusunan program tersebut harus sejalan dengan dinamika dan perkembangan zaman yang terus berubah.
“Relevansi dengan masyarakat sangatlah krusial, sekaligus harus bersifat santai dan sesuai dengan konteks kekinian. BMK 1957 sebagai organisasi kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Partai Golkar memiliki potensi besar untuk menjadi wadah sosialisasi, serta memperkenalkan politik dengan cara yang lebih mudah diterima,” ujarnya setelah membuka Muspinas III BMK 1957 di DPP Partai Golkar, pada 19 April 2026.
Ia memberikan contoh bahwa BMK 1957 dapat menyelenggarakan acara-acara yang lebih ringan, tetapi tetap mengedepankan pendidikan politik, seperti konser musik atau kegiatan olahraga yang dapat menarik minat generasi muda.
“Untuk kalangan pelajar, kita bisa merancang program bimbingan belajar online yang masih jarang dilakukan, atau menyelenggarakan kursus, serta wawancara kerja, tanpa memaksakan pesan-pesan politik yang keras,” imbuhnya.
Sarmuji juga menyoroti bahwa generasi muda seringkali kurang menyukai pendekatan politik yang agresif, dan lebih tertarik pada ajakan untuk berpartisipasi serta keterlibatan dalam kegiatan yang bersifat positif.
“Pelibatan secara bertahap akan menciptakan rasa saling keterhubungan, sehingga mereka akan merasa memiliki kesamaan dan lambat laun akan tertarik untuk bergabung dengan partai. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kegiatan yang diadakan sesuai dan relevan dengan minat anak-anak muda di kampus,” kata Sarmuji.
Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menegaskan bahwa dalam Muspinas III ini, mereka bertujuan untuk mengabadikan HR Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957, yang akan dicantumkan dalam anggaran dasar organisasi.
“Kami ingin menetapkan Pak HR Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957, mengingat jasa-jasa beliau yang sangat berarti, tidak hanya dalam mendirikan organisasi ini bersama para pendiri lainnya, tetapi juga dalam membesarkan dan memberikan perhatian yang luas kepada semua kader, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelasnya.
Ilham menambahkan bahwa agenda utama dalam Muspinas III ini adalah mendorong pencapaian tersebut di Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957 yang akan datang, sehingga dapat terwujud dengan baik.
➡️ Baca Juga: 7 Ide Usaha Laris Jelang Imlek: Peluang Bisnis dari Makanan Hingga Dekorasi
➡️ Baca Juga: Maarten Paes Bergabung dengan Ajax Amsterdam: Teken Kontrak hingga Juni 2029

