CIA Mengonfirmasi Pemantauan Khamenei Selama Berbulan-bulan Sebelum Serangan AS-Israel di Teheran

Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada pagi hari tanggal 28 Februari 2026, berhasil menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, beserta beberapa pejabat senior negara tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa serangan yang ditujukan ke kediaman Khamenei itu sangat terencana, berkat sistem intelijen dan pelacakan mutakhir yang dimiliki oleh Amerika. Target serangan ini dilakukan dengan sangat presisi untuk menghancurkan Khamenei dan para pendukungnya.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan, “Khamenei tidak bisa menghindari sistem intelijen dan pelacakan kami yang canggih. Dengan kerjasama erat bersama Israel, tidak ada yang bisa dilakukan olehnya atau pemimpin lain yang turut tewas bersamanya.”
Adanya keterlibatan intelijen dalam serangan yang mematikan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Operasi Epic Fury yang diluncurkan oleh Trump di tengah kebuntuan negosiasi nuklir Iran-AS di Jenewa, secara langsung menargetkan sejumlah pejabat tinggi Iran.
CIA mengakui peran mereka dalam serangan yang mengakibatkan tewasnya Khamenei di Iran. Informasi intelijen yang telah dikumpulkan selama berbulan-bulan ini, kemudian dibagikan kepada militer Israel, yang berujung pada serangan rudal yang menghilangkan nyawa Khamenei dan beberapa pejabat senior Iran lainnya, menurut sumber yang terlibat dan berbicara kepada CBS News.
Badan intelijen tersebut telah melakukan pemantauan terhadap lokasi Khamenei jauh-jauh hari sebelum serangan gabungan AS-Israel dilaksanakan, serta berhasil memperoleh informasi mendalam mengenai pergerakannya.
CIA juga berhasil mendeteksi adanya pertemuan antara pejabat senior Iran pada pagi itu, yang berlangsung di sebuah kompleks di Teheran dan diperkirakan akan dihadiri oleh Khamenei.
Informasi yang berhasil diperoleh ini kemudian disampaikan kepada militer Israel, mempercepat jadwal serangan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, menurut sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya demi menjaga kerahasiaan informasi intelijen kepada CBS News.
Di sisi lain, pada hari Minggu, Trump mengungkapkan kepada Joe Kernen dari CNBC bahwa operasi militer AS di Iran berjalan dengan sangat baik dan lebih cepat dari yang dijadwalkan.
“Rezim ini adalah salah satu yang paling kejam dalam sejarah,” ujarnya dalam percakapan dengan Kernen. “Kami melakukan tugas ini bukan hanya untuk kepentingan kami, tetapi juga untuk dunia. Dan semua ini berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.”
➡️ Baca Juga: Render Premiere Pro Terasa Lambat? Banyak yang Salah Pakai Setting Default
➡️ Baca Juga: Ulasan Penggunaan Redmi Pad SE: Tablet Murah untuk Nonton & Belajar




