depo qris slot qris
berita

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Penurunan Kunjungan Turis Mancanegara ke Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa ketegangan dalam konflik antara AS-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak negatif terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

Ia mencatat bahwa dalam empat hari terakhir, jumlah kedatangan wisatawan mengalami penurunan, dengan sekitar 800 orang dari kawasan Timur Tengah tidak dapat datang dalam satu hari. Pengumuman ini disampaikan Koster saat menghadiri kegiatan Korve Bersih Sampah di Pantai Jimbaran, Badung.

Gubernur Koster juga menyoroti bahwa meskipun wisatawan asal Eropa tetap dominan datang ke Bali, mereka biasanya melalui rute Timur Tengah, di mana penerbangan langsung ke Bali tidak tersedia. Penurunan ini lebih banyak dialami oleh wisatawan dari negara-negara Timur Tengah.

Hal ini terjadi karena wisatawan Eropa memiliki fleksibilitas untuk mengubah rute perjalanan mereka, seperti memilih jalur transit melalui Singapura atau Thailand sebagai alternatif.

“Untuk wisatawan Eropa, mereka dapat beradaptasi dengan mengubah rute keberangkatan mereka. Misalnya, perjalanan yang sebelumnya melalui Dubai atau Doha kini mungkin akan beralih ke Singapura atau Thailand,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk wisatawan Eropa yang langsung terbang ke Bali, hanya Rusia yang memiliki penerbangan langsung, sementara wisatawan dari negara Eropa lainnya yang bergantung pada penerbangan melalui Timur Tengah kini terhambat karena tidak ada opsi transit di Dubai atau Doha.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pemerintah daerah Bali berharap agar konflik antara AS-Israel dan Iran segera mereda, mengingat hal ini telah menyebabkan penutupan sejumlah ruang udara di negara-negara Timur Tengah.

Walaupun tidak secara spesifik menyebutkan angka kunjungan wisatawan dari Timur Tengah pada kondisi normal dibandingkan setelah terjadinya konflik, Koster menegaskan bahwa penurunan kunjungan ke Bali sangat dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

“Kami berharap konflik ini segera berakhir. Saat ini, dampaknya adalah penurunan jumlah kedatangan sekitar 800 orang dalam sehari. Kami percaya akan ada perbaikan dalam rute penerbangan, dan semoga situasi dapat stabil kembali,” ungkap Koster.

Terpisah, data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan bahwa dari tanggal 28 Februari hingga 4 Maret 2026, setidaknya 35 penerbangan internasional dibatalkan akibat penutupan ruang udara yang terjadi.

Untuk kedatangan ke Bali, bandara mencatat adanya 15 penerbangan yang dibatalkan, termasuk tiga penerbangan dari maskapai Etihad dengan rute Abu Dhabi (AUH)-Denpasar (DPS), enam penerbangan dari Emirates rute Dubai (DXB)-Denpasar (DPS), dan enam penerbangan lainnya dari Qatar Airways rute Doha (DOH)-Denpasar (DPS).

➡️ Baca Juga: 7 Fakta AI Generatif 2025 yang Bikin Kamu Mikir Dua Kali Loh

➡️ Baca Juga: <p>“IPhone 17 Apple Puncaki Peringkat Smartphone Terlaris sebagai Pilihan Menonjol”</p>

Related Articles

Back to top button