Prancis telah mengonfirmasi bahwa satu lagi tentara telah gugur sebagai akibat dari serangan yang terjadi di Lebanon selatan, yang menargetkan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikenal dengan nama UNIFIL.
“Anicet Girardin telah meninggal dunia pagi ini akibat cedera yang ia alami. Ia mengorbankan nyawanya demi Prancis,” ungkap Presiden Emmanuel Macron melalui pesan yang disampaikan di platform X.
Tentara tersebut sebelumnya telah dievakuasi kembali ke Prancis untuk mendapatkan perawatan medis setelah terluka dalam insiden yang sama yang juga merenggut nyawa Adjutant Florian Montorio dan menyebabkan luka pada dua anggota lainnya dari pasukan Prancis.
Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis melaporkan bahwa serangan terhadap patroli tersebut terjadi pada 18 April di Lebanon selatan, dalam sebuah insiden yang melibatkan kelompok bersenjata.
Girardin dipulangkan ke Prancis pada 21 April, namun sayangnya ia tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia karena luka-lukanya, demikian penjelasan dari kementerian terkait.
Peristiwa tragis ini terjadi saat UNIFIL melakukan patroli di Lebanon selatan, di mana pasukan Prancis merupakan bagian integral dari misi PBB yang bertujuan untuk menjaga perdamaian di wilayah tersebut.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik untuk Mahasiswa: Pilihan Spek Tinggi untuk Game dan Tugas Berat
➡️ Baca Juga: Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Luke Vickery, Ungkap Pengakuan Jujur

