depo qris slot qris
berita

Dubes Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka, Patuhi Protokol untuk Melintas

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz seharusnya ditujukan kepada Amerika Serikat, yang dianggapnya sebagai pihak yang mengganggu stabilitas di perairan tersebut.

“Orang-orang yang cemas tentang penutupan Selat Hormuz seharusnya bertanya kepada Amerika Serikat, yang datang dari jauh ke kawasan Timur Tengah dan mengganggu keamanan di selat ini,” ungkap Dubes Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta pada hari Kamis.

Ia menekankan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran hanya menerapkan prosedur lalu lintas tertentu dalam situasi konflik untuk menjaga keamanan perairan.

Dubes Boroujerdi juga menegaskan bahwa Selat Hormuz dapat dilalui oleh semua pihak yang mematuhi protokol yang ditetapkan Iran selama kondisi perang.

“Selat Hormuz tidak ditutup. Kami memastikan bahwa selat ini tetap terbuka. Iran hanya bertindak sebagai penjaga keamanan di perairan ini, dan kami menerapkan protokol lalu lintas khusus selama situasi perang. Pihak-pihak yang mengikuti protokol tersebut dapat dengan mudah melewati selat Hormuz,” tambahnya dengan tegas.

Ia juga mengungkapkan bahwa Selat Hormuz telah menjadi wilayah di mana Iran menjaga keamanan selama ratusan tahun. Menurutnya, Iran berkomitmen untuk menjaga keamanan selat tersebut demi kepentingan seluruh negara, termasuk Iran sendiri, serta memastikan tidak ada negara lain yang memanfaatkan situasi tersebut.

Selat Hormuz, yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman, berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia menuju lautan bebas, menjadikannya salah satu titik paling vital secara strategis di dunia. Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak global melewati perairan ini.

Sumber-sumber media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz dari lalu lintas kapal, menyatakan bahwa jalur air yang vital untuk pengiriman minyak dan gas tersebut telah menjadi tidak aman akibat serangan dari AS dan Israel.

Sejak penutupan selat tersebut, harga minyak di pasar Asia telah meningkat sekitar 13 persen, mencapai 80 dolar AS per barel, dan diperkirakan akan menembus angka 100 dolar AS jika penutupan berlangsung dalam waktu yang lama.

Penutupan lalu lintas di Selat Hormuz juga berdampak pada dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini masih berada di wilayah Teluk.

➡️ Baca Juga: Bocoran Infinix Note 60 Pro: Snapdragon 7s Gen 4, Android 16, dan Baterai Jumbo

➡️ Baca Juga: Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Mitra MBG Dinilai Efisien, Bukan Pemborosan

Related Articles

Back to top button