Google Luncurkan Fitur AI Anti Maling untuk Android, Amankan Data dari Jambret

Google telah resmi meluncurkan rangkaian fitur perlindungan pencurian terbaru, Perlindungan Pencurianuntuk pengguna Android di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fitur keamanan inovatif ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan sensor perangkat untuk mendeteksi tindakan kriminal secara waktu nyataseperti penjambretan ponsel saat digunakan.
Fitur ini hadir sebagai respons terhadap kekhawatiran global mengenai meningkatnya angka pencurian ponsel, yang tidak hanya menyasar perangkat fisik, tetapi juga akses ke data sensitif seperti aplikasi perbankan dan identitas pribadi. Google memastikan bahwa perlindungan ini didesain untuk berfungsi secara proaktif sebelum, selama, dan sesudah upaya pencurian terjadi.
Kecanggihan Theft Detection Lock Berbasis AI
Salah satu fitur unggulan dalam pembaruan ini adalah Kunci Deteksi Pencurian. Fitur ini memanfaatkan algoritma AI canggih dan sensor gerak seperti akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi pola gerakan yang mencurigakan. Secara spesifik, sistem ini dapat mengenali gerakan mendadak yang disertai dengan upaya pelarian, baik itu dengan berlari, sepeda motor, maupun mobil.
Jika sistem mendeteksi indikasi penjambretan (“snatch-and-run”), layar ponsel akan terkunci secara instan. Hal ini mencegah pencuri mengakses aplikasi atau data pribadi pengguna, meskipun ponsel masih dalam keadaan tidak terkunci saat berpindah tangan.
“Pencurian ponsel lebih dari sekedar kehilangan perangkat fisik. Ketika perangkat jatuh ke tangan yang salah, risiko penipuan keuangan dan pelanggaran data sensitif meningkat,” ungkap Tim Keamanan Android dalam keterangan resminya yang dilansir dari harianjogja.com, Jumat (30/1).
Perlindungan Berlapis: Kunci Perangkat Offline dan Kunci Jarak Jauh
Selain deteksi berbasis gerakan, Google juga meluncurkan fitur Kunci Perangkat Offline. Fitur ini dirancang untuk mengatasi taktik pencuri yang dengan cepat mematikan koneksi internet atau mengaktifkan mode pesawat (Mode Pesawat) setelah mencuri ponsel agar perangkat tidak bisa dilacak lewat layanan Temukan Perangkat Saya.
Dengan Kunci Perangkat Offlinesistem Android akan memantau status konektivitas perangkat. Jika ponsel tidak terkunci dan tiba-tiba kehilangan koneksi internet dalam jangka waktu yang mencurigakan, layar akan mengunci otomatis. Ini memberikan lapisan keamanan tambahan meskipun ponsel berada di luar jangkauan sinyal.
Selain itu, Google memperbarui fitur Kunci Jarak Jauh. Berbeda dengan metode lama yang mengharuskan pengguna login ke akun Google melalui perangkat lain, fitur baru ini memungkinkan pengguna mengunci ponsel yang hilang hanya dengan menggunakan nomor telepon terdaftar melalui situs khusus android.com/lock.
“Fitur Remote Lock adalah solusi darurat. Pada tahun 2026, fitur ini diperkuat dengan tantangan keamanan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” menurut mediaindonesia.com, Kamis (29/1). Ini sangat efektif bagi korban yang mungkin panik dan lupa kata sandi akun Google mereka saat kejadian.
Peningkatan Keamanan Autentikasi dan Biometrik
Pembaruan terbaru pada akhir Januari 2026 juga membawa penguatan dalam autentikasi. Google memperkenalkan fitur Kunci Otentikasi Gagalyang akan mengunci perangkat secara total jika terdeteksi adanya upaya pembukaan kunci (PIN, pola, atau kata sandi) yang salah berulang kali dalam waktu singkat.
Bagi pengguna Android 15 dan Android 16, Google juga memperluas cakupan Pemeriksaan Identitas. Fitur ini mewajibkan verifikasi biometrik (sidik jari atau pemindaian wajah) untuk tindakan-tindakan sensitif, seperti mengubah pengaturan akun, mematikan fitur Temukan Perangkat Sayaserta mengakses aplikasi perbankan pihak ketiga dan Pengelola Kata Sandi Google.
Sistem ini akan lebih ketat dalam mengidentifikasi perangkat yang berada di lokasi tak dikenal atau tidak terpercaya. “Identity Check akan meminta otentikasi biometrik untuk tindakan yang dinilai sensitif, terutama jika pengguna terdeteksi berada di lokasi yang tidak biasa,” tulis laporan teknis yang dikutip dari kompas.com, Kamis (29/1).
Cara Mengaktifkan Fitur Anti-Maling di HP Android
Fitur perlindungan pencurian ini sudah mulai tersedia untuk mayoritas perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 10 ke atas melalui pembaruan Layanan Google Play. Namun, fitur autentikasi yang lebih canggih seperti Pemeriksaan Identitas memerlukan versi sistem operasi yang lebih baru (Android 15+).
Untuk pengguna yang ingin memastikan perangkatnya terlindungi, berikut adalah langkah-langkah untuk mengaktifkannya:
- Buka menunya Pengaturan (Pengaturan) di ponsel Android Anda.
- Gulir ke bawah dan pilih menu Google.
- Pilih tabnya Semua Layanan (Semua Layanan).
- Cari dan pilih opsi Keamanan Pribadi & Perangkat (Keselamatan Pribadi & Perangkat) atau langsung ke menu Perlindungan Pencurian (Perlindungan dari Pencurian).
- Aktifkan beralih untuk fitur-fitur yang diinginkan, seperti Kunci Deteksi Pencurian, Kunci Perangkat Offlinedan Kunci Jarak Jauh.
Google mendorong pengguna untuk segera memperbarui sistem dan layanan Google Play untuk mendapatkan proteksi maksimal. Dengan fitur-fitur baru ini, diharapkan nilai jual ponsel curian di pasar gelap akan menurun drastis, karena perangkat menjadi lebih sulit diakses atau diatur ulang tanpa kredensial pemilik aslinya.
➡️ Baca Juga: Motherboard Z790 vs B760 Ini Bedanya PCIe Lane Kalau Mau Pasang NVMe SSD Ketiga
➡️ Baca Juga: Redmi vs Vivo di Segmen Entry-Level: Mana yang Lebih Tahan Lama?




