Habib Bahar bin Smith baru-baru ini hadir dalam aksi demonstrasi yang diikuti oleh ratusan anggota dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Aksi tersebut berlangsung di depan pabrik PT Inti Tirta Sari Makmur yang terletak di Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor pada tanggal 18 Agustus 2026.
Demonstrasi ini merupakan ungkapan penolakan terhadap kegiatan produksi minuman beralkohol yang dilakukan pabrik tersebut. Para demonstran mendesak agar kegiatan ini dihentikan dan pabrik ditutup sepenuhnya.
Berbagai kelompok masyarakat turut berpartisipasi dalam aksi ini, termasuk Front Pembela Islam (FPI), BPPKB, dan sejumlah majelis taklim. Mereka menyuarakan keberatan terhadap keberadaan industri minuman keras yang dianggap dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Dalam orasinya, Habib Bahar menegaskan sikap tegasnya terkait tuntutan massa. Ia meminta agar pihak perusahaan tidak menunda-nunda keputusan jika memang ada komitmen untuk menghentikan produksi minuman beralkohol.
Ia berpendapat bahwa menghentikan sesuatu yang dianggap sebagai kemaksiatan tidak seharusnya dihubungkan dengan waktu. Secara langsung, ia mendesak agar operasional pabrik segera dihentikan.
“Tutup sekarang juga!” serunya tegas, yang direkam dalam sebuah video dan dibagikan di media sosial.
Ia melanjutkan, “Tidak ada gunanya menunggu, memberantas kezaliman tidak memerlukan waktu. Untuk menghapuskan kezaliman dan maksiat, produksi minuman keras harus dihentikan tanpa menunggu.”
Kehadiran Habib Bahar memberi perhatian lebih pada jalannya aksi. Dalam penyampaian di hadapan massa dan perwakilan perusahaan, ia menekankan bahwa penghentian produksi tidak cukup dilakukan secara sementara.
Desakan yang disampaikan oleh para demonstran adalah agar kegiatan produksi minuman beralkohol benar-benar dihentikan dengan menutup operasional pabrik secara permanen.
Aksi penolakan terhadap produksi minuman beralkohol di Citeureup ini juga terkait dengan polemik yang muncul sebelumnya dalam acara musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.
Persoalan ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang menunjukkan tantangan menghafal ayat Al-Qur’an dengan minuman beralkohol sebagai hadiah. Konten tersebut menuai banyak kritik karena dianggap tidak pantas mengaitkan ayat suci dengan pemberian minuman keras.
➡️ Baca Juga: Freelance Sebagai Peluang Sampingan Ideal untuk Individu Mandiri dan Produktif
➡️ Baca Juga: Cara Menyusun Pola Diet Fleksibel untuk Mencapai Target Berat Badan Anda

