Site icon BTP

Hasil Kajian Penerapan Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk Segera Terungkap

Hasil Kajian Penerapan Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk Segera Terungkap

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan kajian mengenai penerapan ganjil genap di beberapa jalan yang terkena dampak pembangunan MRT Jakarta, termasuk Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk di Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kajian ini dilakukan seiring dengan pengaruh ganjil genap terhadap beberapa ruas yang telah terdampak oleh proyek MRT. Penilaian ini dilakukan bersama dengan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan langkah selanjutnya.

Menurut Pramono, usai penyelesaian pembangunan MRT, kondisi lalu lintas di ruas-ruas tersebut dipastikan akan mengalami perubahan signifikan. Oleh karena itu, kajian mendalam mengenai penerapan ganjil genap di area tersebut sangatlah diperlukan.

Ia menambahkan bahwa kajian ini ditujukan untuk menetapkan kapan dan bagaimana penerapan aturan ganjil genap akan diterapkan kembali di jalan-jalan yang terkena dampak.

“Beberapa ruas yang terpengaruh, seperti Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, sedang dalam proses kajian untuk segera diambil keputusan,” tutur Pramono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap penerapan ganjil genap yang sudah berlangsung selama satu dekade di Jakarta.

Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada dampak lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Selama ini, penerapan ganjil genap dianggap efektif dalam mengurangi kemacetan. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga berdampak pada perekonomian warga yang tinggal di sekitar area tersebut.

“Di satu sisi, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang terdampak. Ada beberapa usaha yang mengalami penurunan, dan ini juga akan kami tinjau lebih lanjut,” jelas Budi.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada perubahan yang dilakukan terhadap rute ganjil genap yang ada.

Budi menambahkan bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih mengumpulkan data dan informasi untuk melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan mendatang.

“Saat ini, belum ada perubahan. Kami masih dalam tahap observasi dan evaluasi mengenai penerapan ganjil genap yang telah berlangsung selama sepuluh tahun ini,” tutup Budi.

➡️ Baca Juga: Hilirisasi Sebagai Solusi Strategis Mengatasi Tantangan Kolonialisasi Modern

➡️ Baca Juga: 5 Rudal Hipersonik Mematikan Iran yang Menjadi Sorotan Pasca Serangan ke Israel

Exit mobile version