Site icon BTP

Houthi Peringatkan Penumpang dan Maskapai untuk Hindari Bandara Arab Saudi Karena Ancaman Serangan

Houthi Peringatkan Penumpang dan Maskapai untuk Hindari Bandara Arab Saudi Karena Ancaman Serangan

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman telah mengeluarkan peringatan kepada para pelancong untuk menghindari penggunaan bandara-bandara di Arab Saudi. Peringatan ini muncul setelah terjadinya serangan di Bandara King Khalid di Riyadh yang mengakibatkan 12 orang tewas dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Juru bicara angkatan bersenjata Houthi, Yahya Saree, menyatakan melalui platform X bahwa semua perusahaan penerbangan, pelayaran, serta pelancong harus waspada dan tidak menggunakan bandara serta wilayah udara yang dikuasai oleh Arab Saudi. Pernyataan ini ditujukan untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.

Saree menegaskan bahwa bandara dan ruang udara di Arab Saudi memiliki risiko tinggi untuk menjadi target serangan dan merupakan area operasi bagi pasukan Houthi, kecuali bagi bandara yang terletak di Mekkah dan Madinah yang dianggap aman untuk digunakan.

Di sisi lain, otoritas penerbangan sipil Saudi telah mengeluarkan Notice to Air Missions (NOTAM) yang memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan penerbangan di wilayah tersebut.

Dalam NOTAM yang disebarkan, penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh akan berlangsung hingga pukul 21.00 GMT atau pada hari Senin, 12 November 2026, pukul 04.00 WIB. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan penerbangan di tengah situasi yang meningkat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang di Arab Saudi mengenai perpanjangan waktu penutupan bandara tersebut. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelancong yang merencanakan perjalanan ke atau melalui Arab Saudi.

Penutupan bandara ini terjadi setelah serangan terbaru yang dilakukan oleh kelompok Houthi, yang telah menyebabkan 12 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 300 orang mengalami cedera. Insiden tersebut telah meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah rentan terhadap konflik ini.

Mohammed al-Bukhaiti, seorang pejabat senior dari kelompok Houthi, mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Bandara King Khalid. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk balasan terhadap serangan yang dilakukan oleh Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur sipil di Yaman.

Al-Bukhaiti menambahkan bahwa Houthi melancarkan serangan untuk memberikan penekanan kepada komunitas internasional bahwa bandara, pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur sipil lainnya di Yaman tidak seharusnya menjadi sasaran serangan. Ia menegaskan bahwa prinsip perlindungan terhadap fasilitas sipil harus dihormati di mana pun, bukan hanya di Yaman.

➡️ Baca Juga: Tips Aman Download Video YouTube Tanpa Iklan & Virus

➡️ Baca Juga: Cara Main Game PS2 di PS5 Lewm Emulator Natively Tanpa Jailbreak, Begini Trik Rahasianya

Exit mobile version