IHSG Melemah Setelah Penutupan Selat Hormuz, Temukan 3 Saham Unggulan di LQ45

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di panggung global setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz. Pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada hari Senin, 20 April 2026, IHSG melemah sebesar 0,16 persen atau 12,42 poin, menutup hari di posisi 7.621,57.
Sejak pembukaan, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi, dengan penurunan menuju level 7.638. Namun, indeks sempat melakukan rebound dan mencapai titik tertinggi intraday di 7.685, sebelum akhirnya mengalami penurunan kembali.
Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 8,99 triliun, sedangkan volume transaksi harian berada di angka Rp 21,57 miliar. Total perdagangan yang dilakukan oleh para investor tercatat sebanyak 1,41 juta transaksi.
Menurut analis dari Phintraco Sekuritas, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga minyak dunia, yang kini sudah menembus angka di atas US$90 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei mengalami kenaikan sekitar 6 persen, mencapai US$88,93 per barel, atau sekitar Rp 1,52 juta, berdasarkan estimasi kurs Rp 17.170 per dolar AS, seperti yang dilaporkan oleh CNBC Internasional.
Sementara itu, harga minyak acuan global Brent untuk pengiriman Juni juga menunjukkan penguatan, mengalami kenaikan hampir 5,63 persen ke level US$95,48, yang setara dengan sekitar Rp 1,63 juta per barel.
Dari sisi sektor, sektor kesehatan mengalami penurunan paling tajam, merosot hingga 1,08 persen. Sektor keuangan menyusul dengan penurunan 0,88 persen, sementara sektor properti juga mengalami penyusutan sebesar 0,74 persen.
Di sisi lain, sektor konsumer siklikal dan sektor industri mampu mencatatkan kinerja positif, masing-masing menguat sebesar 0,33 persen dan 0,28 persen.
Dalam analisis teknis, IHSG menunjukkan kecenderungan melemah, terlihat dari histogram MACD yang bergerak datar. Indikator stochastic RSI saat ini berada di zona overbought.
“Dalam kondisi seperti ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang antara 7.600 hingga 7.700 pada perdagangan hari ini,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan riset harian mereka pada Senin, 20 April 2026.
Sebagai tambahan, terdapat tiga emiten dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers) dalam jajaran saham unggulan (LQ45), di antaranya adalah:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Saham GOTO memimpin daftar kenaikan dengan lonjakan sebesar 3,85 persen, atau 2 poin, menjadi 54.
Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Saham DSSA juga mencatatkan kenaikan, dengan pertumbuhan sebesar 1,23 persen, atau 40 poin, hingga mencapai level 3.290.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA mengalami lonjakan 1,19 persen, atau 40 poin, menembus area 3.410.
➡️ Baca Juga: 10 Negara Produsen Perak Terbesar di Dunia: China Unggul atas AS
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral yang Efektif untuk Mengelola Rutinitas Kerja Harian Anda




