Site icon BTP

IHSG Sesi I Alami Penurunan, Simak 3 Saham Top Gainers di LQ45 yang Menarik

IHSG Sesi I Alami Penurunan, Simak 3 Saham Top Gainers di LQ45 yang Menarik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 4 persen pada penutupan hari sebelumnya. Pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, IHSG tergerus 0,15 persen atau 11,17 poin, sehingga berada di level 7.268,03.

Di sisi lain, sektor industri menjadi yang paling tertekan, mengalami penurunan hingga 1,73 persen. Sektor keuangan dan kesehatan juga mencatatkan koreksi yang cukup signifikan, masing-masing sebesar 0,80 persen dan 0,67 persen.

Namun, sektor energi justru mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan lonjakan sebesar 1,17 persen. Sektor konsumer siklikal juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan sebesar 0,98 persen, sementara sektor transportasi menguat sebesar 0,41 persen.

IHSG tercatat bergerak di rentang antara 7.191 hingga mencapai level tertinggi intraday di angka 7.290. Dalam perdagangan harian ini, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 8,81 triliun, dengan volume transaksi sebesar 15,17 juta dan total perdagangan sebanyak 1,29 juta transaksi.

Analis dari Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa koreksi yang dialami IHSG ini seiring dengan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah. Ketidakpastian di Selat Hormuz juga turut memberikan sentimen negatif, meski sebelumnya diharapkan akan kembali dibuka secara penuh, tetapi realitas yang terjadi justru meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai pasokan energi global.

“Secara keseluruhan, pasar masih menunjukkan kondisi yang relatif lemah dengan tingkat volatilitas yang tinggi. Indikator teknikal juga menunjukkan adanya pelemahan momentum, terlihat dari histogram MACD yang semakin menyempit dan stochastic RSI yang bergerak ke arah bawah,” ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam riset harian yang dirilis pada Kamis, 9 April 2026.

Dalam laporan yang sama, Analis Phintraco Sekuritas mengidentifikasi sejumlah emiten yang berhasil mencatatkan lompatan harga tertinggi di kalangan saham unggulan (LQ45), di antaranya:

– PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham DSSA mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 15,30 persen, atau setara dengan 410 poin, dan kini berada di level 3.090.

– PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Saham BREN juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan lonjakan sebesar 6,00 persen, yang setara dengan 300 poin, hingga mencapai level 5.300.

– PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Saham BRPT mencatatkan peningkatan sebesar 4,25 persen, atau setara dengan 75 poin, sehingga kini berada di level 1.840.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif ini, para investor perlu tetap waspada dan melakukan analisis yang mendalam terhadap saham-saham yang berpotensi memberikan keuntungan. Adanya saham-saham top gainers di LQ45 seperti DSSA, BREN, dan BRPT bisa menjadi pilihan menarik untuk dipertimbangkan dalam portofolio investasi.

Dengan tetap memantau dinamika pasar dan kondisi makroekonomi, keputusan investasi yang bijak dapat diambil untuk memanfaatkan momentum yang ada, meskipun tantangan di pasar tetap harus diperhatikan.

➡️ Baca Juga: Mendagri Arahkan Pemda untuk Efisiensi Pembayaran PPPK demi Mencegah PHK

➡️ Baca Juga: HP Baru Januari 2026 Ramaikan Pasar: Baterai Jumbo 10.001 mAh hingga Teknologi Telepon Tanpa Sinyal

Exit mobile version