Iran: Selat Hormuz Terbuka Bagi Siapapun Kecuali AS dan Sekutunya

— Paragraf 1 —
Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan, Selat Hormuz tetap terbuka karena pembatasan penggunaan jalur tersebut hanya berlaku untuk Amerika Serikat (AS), Israel, dan para sekutu mereka.
— Paragraf 2 —
“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kita, untuk mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas,” kata Araghchi, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
— Paragraf 4 —
Dia menambahkan bahwa kekhawatiran negara-negara soal keselamatan pelayaran di kawasan itu “tidak ada kaitannya” dengan Iran.
— Paragraf 5 —
Pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
— Paragraf 6 —
Kemudian, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh wilayah Timur Tengah.
— Paragraf 7 —
Selat Hormuz diketahui merupakan jalur utama untuk memasok minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
— Paragraf 8 —
Dimana kapasitasnya yakni mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair. (Ant).
➡️ Baca Juga: Android 15 Beta: Fitur Battery Health & Threshold Charging Baru
➡️ Baca Juga: Mohammad Zaki Ubaidillah Menangkan Thailand Masters 2026 Setelah Tundukkan Wakil Tuan Rumah




