Kandidat Pemimpin Iran yang Didukung Trump dan Dijamin Aman dari Serangan AS

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa ia memiliki beberapa kandidat yang berpotensi menjadi pemimpin yang baik bagi Iran setelah kepergian Ali Khamenei. Pernyataan ini disampaikan pada hari Kamis dan menunjukkan perhatian Trump terhadap dinamika politik di negara tersebut.
Dalam sebuah wawancara telepon dengan NBC News, Trump menyatakan, “Kami ingin melakukan pembersihan total.” Ini menunjukkan keinginannya untuk mengubah situasi di Iran dengan lebih signifikan.
Trump menekankan bahwa ia tidak menginginkan pemimpin yang hanya akan memperbaiki keadaan selama satu dekade ke depan. Ia menginginkan perubahan yang lebih mendasar dan cepat.
Meskipun Trump mengindikasikan bahwa ia memiliki beberapa nama kandidat yang mungkin, ia memilih untuk tidak mengungkapkan siapa saja mereka. Ia juga menekankan bahwa ia mengambil langkah-langkah untuk melindungi kandidat-kandidat tersebut dari potensi serangan. “Kami mengawasi mereka, ya,” ujarnya.
Pernyataan ini merupakan pengembangan dari komentar sebelumnya yang disampaikan Trump dalam wawancara Sabtu lalu. Ketika ditanya mengenai siapa yang mungkin memimpin Iran di masa depan, Trump menyatakan ketidakpastiannya tetapi melontarkan lelucon bahwa pejabat Iran bisa jadi akan menghubunginya untuk mendiskusikan pilihan mereka, sambil menambahkan bahwa ia hanya bercanda.
Trump sebelumnya pernah menyatakan keinginannya untuk memiliki suara dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, membandingkannya dengan perannya dalam menentukan kepemimpinan Venezuela setelah era Maduro berakhir.
Presiden AS memberikan peringatan bahwa pemilihan yang tidak tepat dapat mengakibatkan terulangnya konflik dalam waktu lima tahun mendatang, seperti yang dilaporkan oleh media Axios.
“Saya perlu terlibat dalam proses penunjukan, seperti yang saya lakukan dengan Delcy Rodriguez di Venezuela,” jelas Trump, sambil menyebut Mojtaba Khamenei — putra dari Ali Khamenei yang telah meninggal dan dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikannya — sebagai sosok yang “tidak berpengaruh.”
Trump menegaskan bahwa ia tidak akan menerima pengganti yang melanjutkan kebijakan pemimpin tertinggi yang sebelumnya, memperingatkan bahwa hal ini dapat membawa AS kembali ke dalam konflik dalam waktu yang tidak lama.
“Kami mencari seseorang yang dapat membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” ungkapnya dalam wawancara telepon tersebut.
➡️ Baca Juga: Tutorial Upgrade SSD PS5 Sendiri Buat Pemula: Ternyata Mudah Banget Gak Ribet!
➡️ Baca Juga: Troubleshooting Xbox Series X: Atasi Error & Game Crash dengan Cepat




