Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi tantangan serius di Kalimantan Tengah. Saat ini, terdapat 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan. Dari lima helikopter yang dikerahkan untuk operasi water bombing, hanya tiga unit yang masih berfungsi aktif dalam upaya pemadaman tersebut.
Keadaan ini mendorong Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk menginstruksikan agar semua sumber daya yang ada dimaksimalkan guna mempercepat penanganan karhutla. Fokus utama adalah pada penggunaan armada udara, terutama untuk mencapai lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalan darat.
“Kita harus memanfaatkan semua kekuatan yang tersedia. Untuk lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, operasi water bombing perlu dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Agustiar dalam pernyataannya di Palangka Raya pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, yang terletak di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, melaporkan bahwa masih ada 15 titik kebakaran yang belum bisa dipadamkan sampai saat ini.
Di sisi lain, sebanyak 10 titik yang sebelumnya mengalami kebakaran parah telah berhasil dipadamkan.
Untuk meningkatkan efektivitas penanganan dari udara, pemerintah telah menerjunkan lima helikopter untuk operasi water bombing. Namun, saat ini tidak semua armada tersebut dapat digunakan secara optimal.
Dari lima helikopter yang disiapkan, tiga unit masih beroperasi aktif, sementara dua unit lainnya sedang dalam perawatan atau menunggu suku cadang untuk dapat kembali berfungsi.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah setempat, mengingat karhutla masih terjadi di beberapa wilayah dengan tingkat kerawanan yang tinggi.
Agustiar meminta agar armada udara yang tersedia digunakan secara efisien dan diutamakan untuk lokasi yang paling mendesak membutuhkan penanganan.
“Kita perlu mengidentifikasi titik mana yang paling memerlukan intervensi dari udara. Sumber daya yang ada harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mempercepat proses pemadaman,” ujarnya dengan tegas.
Skala karhutla di Kalimantan Tengah juga terlihat dari jumlah titik panas yang terdeteksi. Secara keseluruhan, terdapat 38.916 titik panas yang dilaporkan di wilayah ini, menandakan besarnya tantangan yang dihadapi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
➡️ Baca Juga: Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 untuk Fokus Hadapi Malaysia Meski Menang Besar
➡️ Baca Juga: Perbedaan Ekonomi Temon dan Abdel Achrian: Lebih dari Sekadar Penghasilan

