Kebutuhan Penting Selain Obat dan Tenaga Medis Saat Menghadapi Bencana

Akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan utama saat bencana terjadi. Kerusakan pada fasilitas medis, terbatasnya ruang perawatan, dan kesulitan dalam menjangkau daerah yang terkena dampak bisa menghalangi penanganan yang efektif bagi para korban. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan, tetapi juga pada adanya fasilitas pendukung yang dapat segera digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam kondisi darurat, tenda pelayanan kesehatan dapat berfungsi sebagai ruang tambahan yang mendukung aktivitas para petugas medis ketika fasilitas tetap tidak mampu menampung permintaan dari masyarakat. Keberadaan fasilitas semacam ini sangat penting, karena dapat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung di lokasi yang memiliki keterbatasan infrastruktur kesehatan.
Kesiapan menghadapi bencana menjadi isu yang sangat relevan di Indonesia, mengingat negara ini memiliki risiko tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Oleh karena itu, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi agar layanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak dapat disalurkan dengan lebih baik.
Sumarjaya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menegaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan harus terus dilakukan, termasuk melalui penyediaan fasilitas pendukung untuk pelayanan kesehatan.
“Indonesia adalah negara yang sering mengalami bencana, sehingga upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan harus selalu diintensifkan. Salah satu langkah penting adalah memastikan bahwa fasilitas pendukung yang memadai tersedia. Dalam situasi darurat, dukungan seperti tenda pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan layanan di lapangan,” ungkap Sumarjaya dalam keterangannya, yang dilansir pada Minggu (18/10/2026).
“Dalam kesempatan ini, kami mengapresiasi kontribusi dari Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito yang telah menyerahkan 100 unit tenda pelayanan kesehatan. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan mendukung kesiapan layanan kesehatan dalam merespons situasi bencana,” tambah Sumarjaya.
Untuk memperkuat kesiapan ini, Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menerima sumbangan 100 unit tenda pelayanan kesehatan dari PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group, yang bekerja sama dengan Yayasan Bakti Barito (YBB). Bantuan tersebut terdiri dari 50 tenda berukuran 4 x 6 meter dan 50 tenda berukuran 4 x 8 meter.
Tenda-tenda ini direncanakan akan menjadi fasilitas pendukung yang dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk menyediakan ruang pelayanan tambahan saat situasi darurat membatasi penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.
➡️ Baca Juga: Gus Salam Menolak Board of Peace: Skema Berisiko Menjadi Penindasan Baru
➡️ Baca Juga: Prabowo: TNI Harus Dapat Dukungan Rakyat Sebelum Menerima Anggaran Negara



