depo qris depo 10k
bola

Kena Semprot Lagi, AFC Sebut Liga Malaysia Gagal Jadi Liga Profesional dan Terancam Tertinggal di Asia Tenggara

— Paragraf 1 —

VIVA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyoroti lambannya proses privatisasi Liga Malaysia, sebuah isu yang kini dinilai berpotensi menghambat perkembangan sepak bola profesional Negeri Jiran di tengah ketatnya persaingan kompetisi Asia Tenggara.

— Paragraf 2 —

Sorotan itu disampaikan langsung Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, yang menilai transformasi sepak bola Malaysia menuju sistem profesional berjalan jauh lebih lambat dibanding ekspektasi.

— Paragraf 3 —

Menurut dia, proses adaptasi yang terlalu lama terhadap model pengelolaan baru menjadi sesuatu yang tidak lazim jika dibandingkan dengan perkembangan liga-liga lain di kawasan maupun Asia secara umum.

— Paragraf 4 —

“Jika Anda melihat apa yang terjadi di liga lain, saya pikir kita dapat menyebut ini tidak biasa, karena proses adaptasi ke model baru memakan waktu terlalu lama,” ujar Windsor seperti dikutip media Malaysia.Pernyataan tersebut mempertegas kekhawatiran AFC bahwa

— Paragraf 5 —

Fondasi profesionalisme sepak bola Malaysia disebut AFC belum benar-benar terbentuk, meski gagasan privatisasi liga telah digaungkan sejak beberapa tahun terakhir.

— Paragraf 6 —

Windsor menegaskan bahwa sepak bola modern tidak lagi bisa dikelola dengan pendekatan lama yang terlalu bergantung pada asosiasi atau dana pemilik semata. Klub, kata dia, harus mampu berdiri sebagai entitas bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

— Paragraf 7 —

“Dalam konteks sepak bola modern, klub perlu beroperasi sebagai entitas komersial. Mereka harus mencari aliran pendapatan sendiri dan beroperasi seperti bisnis sungguhan,” lanjutnya.

— Paragraf 8 —

Lebih jauh, Windsor menegaskan bahwa profesionalisasi sepak bola tidak cukup hanya dengan mengubah status administratif tim menjadi klub profesional. Menurut dia, yang jauh lebih penting adalah siapa pihak yang menjalankan klub serta bagaimana tata kelola organisasi tersebut diterapkan dalam praktik sehari-hari.

— Paragraf 9 —

Komentar AFC itu muncul di saat banyak klub peserta Liga Malaysia tengah dihantam persoalan finansial. Beberapa klub dilaporkan mengalami kesulitan operasional, keterlambatan pembayaran gaji, hingga ketidakjelasan sumber pendanaan jangka panjang.

— Paragraf 10 —

Situasi tersebut membuat operator kompetisi Liga Sepak Bola Malaysia bersiap menggelar pertemuan dengan para petinggi klub guna mencari jalan keluar atas problem finansial yang terus berulang.

— Paragraf 11 —

Ucapan Windsor menjadi pengingat bahwa perubahan status liga tak akan berarti banyak jika klub-klub di dalamnya belum dikelola dengan standar profesional.

➡️ Baca Juga: Yamaha Xmax Baru vs Honda Forza Bekas: Pilih yang Menguntungkan dengan Selisih Rp2 Juta

➡️ Baca Juga: Teknik Body Charge yang Legal untuk Merebut Bola dari Lawan dengan Efektif

Related Articles

Back to top button