Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah kembali menjadi isu yang menarik perhatian di seluruh dunia. Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak mentah telah mengalami lonjakan yang signifikan, yang mengakibatkan kenaikan harga BBM di berbagai negara.
Baru-baru ini, lonjakan harga bahan bakar global dipicu oleh konflik yang melibatkan pasukan AS-Israel dan Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Konflik ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran geopolitik, tetapi juga menyebabkan harga bensin melonjak tajam di banyak negara.
Berdasarkan laporan terkini, lebih dari 85 negara kini mengalami kenaikan harga BBM akibat gangguan dalam pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia.
Salah satu temuan yang mencolok adalah lonjakan harga yang drastis di Kamboja, di mana harga bensin meningkat hampir 68 persen, menjadikannya salah satu negara dengan kenaikan tertinggi sejak dimulainya konflik.
Angka ini mencerminkan betapa rentannya negara-negara yang bergantung pada impor energi dalam menghadapi gejolak harga minyak global.
Kenaikan harga BBM tidak hanya terbatas pada kawasan Asia Tenggara. Banyak negara di Eropa, Amerika, dan Afrika juga melaporkan lonjakan harga bahan bakar. Hal ini paling terlihat di negara-negara yang sebelumnya sudah memiliki harga bensin yang tinggi akibat pajak dan biaya distribusi, seperti di sebagian besar negara Eropa Barat dan beberapa negara maju lainnya.
Data internasional menunjukkan bahwa harga diesel pernah mencapai lebih dari $2 per liter atau sekitar Rp34 ribu di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Finlandia sejak konflik dimulai.
Para analis mengindikasikan bahwa penyebab utama dari lonjakan harga ini adalah gangguan pasokan minyak mentah setelah Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis yang menyuplai sekitar 20 persen dari total perdagangan minyak dunia, hampir tertutup akibat aksi militer dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
Gangguan pasokan ini memaksa banyak negara untuk mencari sumber pasokan alternatif yang cenderung lebih mahal, sehingga menyebabkan kenaikan harga bensin di tingkat konsumen.
Selain itu, negara-negara yang memiliki pasar bahan bakar yang bebas dan sedikit regulasi harga, seperti yang ada di Asia Tenggara dan pasar negara berkembang, biasanya mengalami penyesuaian harga yang lebih cepat. Ini menyebabkan kenaikan persentase harga BBM di negara-negara tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di mana harga dikendalikan lebih ketat oleh kebijakan pemerintah.
➡️ Baca Juga: Baru update Android 15 fitur ini langsung bikin HP jadi super cepet banget loh
➡️ Baca Juga: Perbedaan Software Firewall Hardware vs Software: Mana Cocok untuk UKM?

