depo qris
lifestyle

Klarifikasi Indy Barends Mengenai Kondisi Mental Anaknya yang Merasa Diabaikan Orang Tua

Jakarta – Indy Barends kini menjadi sorotan publik setelah putranya, Manuel Tobias Sarmanella, mengunggah sebuah pernyataan di media sosial yang menyiratkan adanya masalah terkait kondisi mentalnya.

Dalam unggahannya tersebut, Manuel mengungkapkan perasaan tidak didengarnya dan kekurangan ruang untuk menyampaikan pendapat kepada ibunya. Curahan hatinya dengan cepat menjadi viral, memicu beragam reaksi dari masyarakat. Mari kita telusuri lebih lanjut!

Manuel secara terbuka menyatakan bahwa ia sering kali menahan diri untuk berbicara, lantaran takut akan respons yang mungkin tidak sesuai harapannya.

Ia merasa bahwa pandangannya sering kali diabaikan. Unggahan tersebut tidak hanya menarik simpati publik, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai dinamika hubungan antara ibu dan anak.

Menanggapi perdebatan yang berkembang, Indy Barends akhirnya memberikan klarifikasi saat tampil dalam program Rumpi yang dipandu oleh Feni Rose.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa masalah yang terjadi lebih disebabkan oleh perbedaan cara berkomunikasi antara orang tua dan anak di zaman sekarang, bukan karena pengabaian seperti yang dipersepsikan oleh publik.

Indy Barends menjelaskan bahwa salah satu pemicu kesalahpahaman ini adalah perbedaan sensitivitas terhadap intonasi suara. Ia memberikan contoh situasi sehari-hari yang sederhana.

“Ketika anak ditanya, ‘kamu sudah makan belum?’ dan tidak menjawab, jika intonasi sedikit naik, ‘kamu sudah makan belum?’ bagi mereka itu sudah dianggap marah,” jelas Indy Barends, mengutip tayangan YouTube baru-baru ini.

Ia menyadari bahwa generasi muda, terutama Gen Z, memiliki kepekaan yang berbeda terhadap nada bicara. Apa yang bagi orang tua terdengar wajar, bisa jadi ditafsirkan secara berbeda oleh anak-anak seusia Manuel.

Dari kejadian ini, Indy Barends menyatakan bahwa ia banyak melakukan refleksi diri. Ia menyadari bahwa pola komunikasi yang panjang dan terkesan menggurui tidak lagi efektif. Sebaliknya, penyampaian pesan yang singkat, jelas, dan disertai alasan yang logis lebih mudah diterima.

“Rupanya, bagi anak seperti Manuel, jika kita langsung menyampaikan inti pembicaraan dan menjelaskan alasannya, itu akan lebih diterima,” tuturnya.

Di samping itu, Indy juga mengungkapkan bahwa membandingkan anak dengan orang lain adalah salah satu hal yang tidak disukai oleh Manuel. Ia mengakui pentingnya menghargai perasaan tersebut dan berusaha memperbaiki pendekatannya dalam mendidik anak.

Indy Barends menekankan bahwa komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting untuk mendukung kondisi mental anak. Orang tua perlu menyadari bahwa setiap generasi memiliki cara berpikir dan perasaan yang berbeda.

Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan dalam berkomunikasi dapat membantu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi anak. Dengan saling mendengarkan, orang tua dapat lebih memahami apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan oleh anak.

Sebagai orang tua, Indy merasa penting untuk tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga mengajak anak berdiskusi. Ini akan memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya tanpa merasa tertekan.

Indy percaya bahwa dengan menciptakan suasana diskusi yang positif, anak akan merasa lebih dihargai dan diakui. Hal ini pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kondisi mental anak, yang sangat krusial bagi perkembangan mereka.

Ia menyimpulkan bahwa memahami cara berpikir dan berkomunikasi generasi muda adalah langkah penting bagi orang tua dalam menjaga hubungan yang harmonis. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan anak dalam menghadapi tantangan di masa kini.

Indy Barends menegaskan bahwa setiap orang tua harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman, agar dapat memenuhi kebutuhan emosional anak-anak mereka. Hal ini bukan hanya penting untuk kesehatan mental anak, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan saling menghargai di dalam keluarga.

➡️ Baca Juga: <p>“iPhone 17 Pro Merevolusi Panggilan Offside di Liga Sepak Bola Top Brasil”</p>

➡️ Baca Juga: Persib Siap Bangkit Hadapi Misi Sulit Tertinggal 3 Gol di GBLA!

Related Articles

Back to top button