Kredit Hana Bank Naik 8,14 Persen, Laba Mencapai Rp 611 Miliar di 2025

Jakarta – PT Bank KEB Hana Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Hana Bank, mencatatkan laba bersih senilai Rp 611 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 17,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 519,43 miliar.
Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, menjelaskan bahwa pencapaian ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang diimplementasikan serta pengelolaan risiko yang cermat, meskipun ada tantangan yang dihadapi di pasar global yang tidak menentu.
“Menjelang tahun 2026, kami percaya diri untuk terus mempertahankan momentum positif ini dengan menawarkan solusi keuangan yang sesuai untuk setiap segmen nasabah. Kami juga akan terus memperkuat pertumbuhan di sektor-sektor yang strategis,” ungkap Yung dalam pernyataannya pada Selasa, 21 April 2026.
Dari sisi profitabilitas, Hana Bank mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 0,72 persen year-on-year, meningkat dari Rp 1,79 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,8 triliun di tahun 2025.
Sementara itu, penyaluran kredit Hana Bank mengalami pertumbuhan yang signifikan, meningkat 8,14 persen dari tahun ke tahun, mencapai Rp 40,14 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan di segmen korporasi, khususnya untuk kredit modal kerja dan kredit sindikasi.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) Hana Bank juga menunjukkan peningkatan yang positif, dengan kenaikan sebesar 8,36 persen year-on-year, mencapai Rp 29,18 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari pertumbuhan giro dan deposito berjangka yang lebih tinggi.
Perusahaan memastikan bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang tetap rendah. Pada tahun 2025, NPL gross dan NPL net masing-masing tercatat pada angka 0,68 persen dan 0,24 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Rasio NPL ini juga berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang masing-masing mencatat NPL gross dan NPL net sebesar 2,05 persen dan 0,79 persen,” jelas Yung.
Sebagai respons terhadap kebutuhan nasabah yang terus berkembang, Hana Bank telah meluncurkan berbagai inovasi sepanjang tahun 2025. Beberapa produk baru yang diperkenalkan mencakup Goal Savings dan Flexi Deposit, serta peningkatan jumlah mitra dalam layanan wealth management untuk memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi nasabah.
Dalam komitmennya terhadap keberlanjutan, Hana Bank juga terus menciptakan pembiayaan bagi kegiatan usaha yang berkelanjutan. Ini mencakup dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan air dan limbah yang berkelanjutan, serta produk yang dirancang untuk mengurangi penggunaan sumber daya dan meminimalkan polusi.
Dengan langkah-langkah ini, Hana Bank menunjukkan dedikasinya tidak hanya untuk mencapai pertumbuhan finansial, tetapi juga untuk memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.
➡️ Baca Juga: PlayStation 5 Slim Review: Lebih Kecil, Tapi Tetap Bertenaga
➡️ Baca Juga: NasDem Dukung RUU PPRT, Sahroni Pastikan Pengesahan Tahun Ini Bismillah




