Delegasi Solo Techno Park yang berjumlah 32 orang berkunjung ke Bandung Techno Park pada Sabtu, 1 November 2014. Delegasi diterima oleh Jangkung Raharjo, Direktur Bandung Techno Park beserta beberapa peneliti dan staf. Dalam sambutannya, Jangkung Raharjo yang juga orang Solo menyampaikan pentingnya daerah-daerah membangun Technopark dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerahnya. Sehingga apabila perekonomian daerah tumbuh maka akan memberi dampak juga pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada kesempatan tersebut dipaparkan pula sekilas tentang Bandung Techno Park oleh Reza Akbar, salah satu peneliti di Bandung Techno Park. Reza juga menampilkan beberapa start-up yang telah berhasil.

Pada sesi diskusi, Jangkung kembali menceritakan bagaimana awal berdirinya Bandung Techno Park hingga sekarang yang telah menghasilkan beberapa produk skala industri. Bagaimana saat itu dia menginginkan adanya institusi yang salah satu perannya melakukan komersialisasi teknologi. Bahkan pada tahun 2006 saat dia membawa konsep Technopark ini, sudah mempunyai angan-angan seandainya setiap propinsi atau bahkan setiap Kabupaten/Kota di Indonesia ini memiliki technopark tentu akan segera terasa dampak positifnya terutama dalam peningkatan daya saing. Dia juga menceritakan bahwa Bandung Techno Park sudah bertransformasi dari bidang R&D (Research & Development) menjadi R&BD (Research & Business Development).

Ketika disinggung tentang kerjasama dengan Solo Techno Park, Jangkung menyatakan pada dasarnya Bandung Techno Park siap bekerja sama dengan institusi manapun yang sesuai dengan peran dan fungsi technopark.

Mengakhiri diskusinya, Jangkung juga mengingatkan pentingnya peran Perguruan Tinggi dalam mendukung keberlangsungan Technopark. Karena perguruan tinggi akan sangat membantu technopark dalam melaksanakan R&D.