Kekalahan dramatis Como 1907 dari Inter Milan di semifinal Coppa Italia memberikan dampak yang mendalam bagi pelatih Cesc Fabregas. Meskipun gagal melaju ke final, penampilan klub yang dimiliki oleh Djarum Group ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di arena sepak bola Italia yang kompetitif.
Dalam pertandingan yang diadakan di Giuseppe Meazza, Como sempat memimpin 2-0, namun akhirnya tumbang dengan skor 3-2 setelah Inter melakukan comeback yang mengesankan. Setelah pertandingan, Fabregas memberikan pandangannya yang jujur mengenai posisi timnya dalam perbandingan dengan klub-klub besar seperti Nerazzurri.
Perbedaan dalam level permainan antara Como dan Inter Milan sangat nyata.
Pelatih asal Spanyol ini mengakui bahwa dari segi teknis dan kematangan tim, Como masih berada di bawah Inter Milan. Ia merasa bahwa pengalaman menjadi faktor kunci dalam pertandingan penting seperti semifinal ini.
“Kita harus realistis, Como belum mencapai level yang sama dengan Inter Milan. Mereka adalah tim yang telah teruji dan terbiasa menghadapi tekanan tinggi,” ujar Fabregas, seperti yang dilansir dari sumber berita olahraga.
Walau begitu, Fabregas juga menegaskan bahwa jarak antara kedua tim kini semakin menyusut. Keberanian Como untuk bermain terbuka di San Siro adalah tanda kuat akan ambisi besar klub yang berlokasi di tepi danau tersebut.
Ambisi yang dimiliki oleh Djarum Group dalam mengembangkan Como 1907 sangat signifikan.
Dibawah kepemilikan keluarga Hartono melalui Djarum Group, Como 1907 telah bertransformasi menjadi salah satu proyek sepak bola yang paling menarik di Italia. Dukungan finansial yang solid dan manajemen yang profesional perlahan membawa tim ini untuk bersaing dengan klub-klub mapan di Serie A.
“Kami menunjukkan karakter yang kuat. Keberhasilan unggul dua gol di San Siro membuktikan bahwa kami berada di jalur yang tepat. Kami sudah sangat dekat untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi,” tambahnya.
Kekalahan ini tidak membuat optimisme di kubu Como pudar. Menurut Fabregas, hasil pertandingan melawan Inter adalah pelajaran berharga yang dapat digunakan untuk membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. Dengan dukungan penuh dari Djarum Group, Como diprediksi akan terus menjadi ancaman serius di musim-musim mendatang.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun dukungan keuangan dari Djarum Group memberikan fasilitas dan pemain berkualitas, untuk bisa mengalahkan tim sekelas Inter, Como masih membutuhkan waktu dan proses untuk mematangkan mentalitas di lapangan.
➡️ Baca Juga: Skill Online Terbaik untuk Pemula yang Ingin Memulai Karier dari Nol dan Menghasilkan
➡️ Baca Juga: Kok Bisa Laptop Rtx 4090 Harga 100 Jutaan Masih Lambat Ini Penyebab Nyata Dari Pengguna

