Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan konferensi pers pada malam hari tanggal 12 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa serangan militer Israel terhadap Iran telah mengakibatkan kematian seorang ilmuwan nuklir senior dari negara tersebut. Selain itu, serangan ini juga menyebabkan beberapa ilmuwan lainnya mengalami luka-luka.
Dalam konferensi pers tersebut, Netanyahu tidak hanya membahas kematian ilmuwan nuklir tersebut, tetapi juga mengecam pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menggambarkan Khamenei sebagai ‘boneka’ dari Garda Revolusi Iran yang tidak mampu muncul di hadapan publik. Netanyahu juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran, menegaskan bahwa saat untuk mengejar kebebasan semakin dekat dan Israel akan selalu mendukung mereka.
“Namun pada akhirnya, semua keputusan ada di tangan kalian,” kata Netanyahu, seperti yang dilaporkan oleh NDTV pada tanggal 13 Maret 2026.
Sementara itu, Khamenei yang baru diangkat dan dikenal dengan sifatnya yang tertutup, berjanji untuk melanjutkan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk. Ia juga menyatakan bahwa akan memanfaatkan penutupan jalur strategis Selat Hormuz sebagai alat untuk menekan Amerika Serikat dan Israel. Ini adalah pernyataan publik pertamanya sejak menggantikan posisi ayahnya yang tewas dalam serangan Israel.
Dalam pernyataan yang dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah, Khamenei bersumpah untuk membalas kematian para korban perang, termasuk korban yang jatuh dalam serangan yang menargetkan sebuah sekolah yang mengakibatkan lebih dari 165 orang tewas.
Pernyataan tersebut mencerminkan tekad Iran untuk melanjutkan konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global, perjalanan internasional, dan stabilitas yang selama ini dinikmati oleh negara-negara Arab di kawasan Teluk. Serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di Teluk Persia sebelumnya telah menyebabkan harga minyak melonjak melebihi 100 dolar per barel.
Serangan dari Amerika Serikat dan Israel telah memberikan dampak signifikan terhadap kepemimpinan Iran, kekuatan militernya, dan program rudal balistik yang dimiliki. Namun, serangan tersebut belum berhasil menggulingkan pemerintahan Iran, yang merupakan salah satu tujuan yang pernah dinyatakan oleh Presiden AS, Donald Trump.
➡️ Baca Juga: Rilis Film Indonesia Terbaru 5 Februari 2026: Amanda Manopo dan Michelle Ziudith Bintangi Film Menarik
➡️ Baca Juga: DPR Resmi Sahkan Friderica Widyasari Sebagai Ketua OJK Baru

