Kemenangan dramatis Chelsea atas West Ham di Stamford Bridge tidak lepas dari cemoohan para pendukung sendiri pada babak pertama. Tertinggal dua gol, tim tuan rumah menunjukkan performa yang jauh dari harapan, sehingga menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan suporter.
Situasi ini memaksa pelatih Chelsea, Liam Rosenior, untuk memberikan tanggapan. Ia mengakui bahwa penampilan timnya di 45 menit pertama tidak dapat dibela. Tekanan dari tribun justru menjadi pemicu kebangkitan Chelsea di babak kedua.
Babak Pertama yang Mengecewakan
Chelsea tertinggal lebih dulu setelah Jarod Bowen mencetak gol melalui umpan silang. Keunggulan West Ham semakin bertambah ketika Crysencio Summerville mencetak gol dengan sepakan akurat dari tepi kotak penalti.
Gol kedua ini membuat suasana di Stamford Bridge semakin memanas. Suara ketidakpuasan terdengar ketika peluit akhir babak pertama dibunyikan, dengan banyak suporter merasa timnya tidak layak mendapatkan dukungan.
Setelah pertandingan, Rosenior mengaku sepenuhnya memahami reaksi para suporter dan menganggapnya wajar mengingat performa timnya yang buruk.
“Saya harus mengakui, para penggemar luar biasa di babak kedua. Saya pun akan mencemooh tim kami di babak pertama. Kami sama sekali tidak tampil sesuai harapan,” ujar Rosenior.
Comeback Gemilang di Babak Kedua
Setelah jeda, Chelsea menunjukkan penampilan jauh lebih agresif. Joao Pedro berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sundulan jarak dekat sebelum Marc Cucurella menyamakan kedudukan dari dalam kotak penalti.
Momentum kebangkitan Chelsea semakin lengkap ketika Enzo Fernandez berhasil menipu kiper Alphonse Areola dan memastikan kemenangan 3-2 untuk timnya.
Pertandingan berlangsung tegang saat Adam Traore mendorong Cucurella dan memicu keributan. Setelah tinjauan Wasit Asisten Video (VAR), Jean-Clair Todibo menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap Pedro.
Tekanan dan Tantangan ke Depan
Sebagai pelatih baru, Rosenior menyadari beban besar untuk merebut hati para pendukung. Ia menegaskan bahwa hasil dan trofi menjadi tolak ukur utama di klub sebesar Chelsea.
“Semua ini menjadi tanggung jawab saya. Saya berharap suatu saat mereka akan menganggap ini sebagai keputusan terbaik yang pernah diambil klub. Saya tidak bisa terlalu fokus pada hal tersebut. Mereka ingin melihat tim memenangkan trofi. Saya juga memiliki ambisi yang sama. Enam kemenangan dari tujuh laga bukanlah awal yang buruk,” jelas Rosenior.
Chelsea saat ini masih mencatatkan diri di semua kompetisi, meskipun posisi mereka dalam perburuan gelar liga masih jauh dari harapan. Tantangan berikutnya adalah melawan Arsenal di Carabao Cup, sebuah misi berat setelah kekalahan 3-2 di leg pertama.
➡️ Baca Juga: Kisah Haru Konate: Gol Pertama Setelah Kepergian Ayah dan Dukungan Emosional di Ruang Ganti
➡️ Baca Juga: <p>“Persiapkan Langganan Berbayar di Instagram, WhatsApp, dan Facebook”</p>

