Sejumlah pemain dari Timnas Senegal mengekspresikan kekecewaan mereka di media sosial setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memutuskan untuk mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 yang sebelumnya diraih oleh mereka, dan menetapkan Maroko sebagai pemenang.
CAF mengumumkan bahwa Senegal dinyatakan kalah melalui keputusan forfeit akibat pelanggaran regulasi yang terjadi saat final di Rabat pada 18 Januari 2026.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada Rabu, 18 Maret 2026, CAF mencatat, “Tim nasional Senegal dinyatakan kalah (forfeit) pada pertandingan final, dengan hasil akhir 3-0 untuk Maroko.”
Reaksi dari para pemain muncul hampir seketika setelah pengumuman tersebut. Beberapa dari mereka menyampaikan tanggapan melalui unggahan di akun media sosial mereka, mulai dari sindiran hingga pernyataan yang lebih tegas mengenai situasi ini.
Ismaila Sarr, winger yang bermain untuk Crystal Palace, memberikan respons singkat dengan mengunggah emoji tertawa di Instagram sebagai bentuk ketidakpuasannya terhadap keputusan CAF.
Sementara itu, El Hadji Malick Diouf menulis di akun pribadinya, “Juara, bersuaralah!” yang menggambarkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.
Moussa Niakhate juga turut menyuarakan ketidakpuasannya dengan menuliskan, “Ayo ambil (medali-medali itu). Mereka gila,” menandakan ketidakadilan yang dirasakan.
Kiper Yehvann Diouf tidak ketinggalan, ia mengunggah ulang foto perayaan tim disertai caption, “Di mata seluruh dunia,” menunjukkan bahwa mereka tetap bangga meskipun situasi ini terjadi.
Gelandang Pathe Cis juga memberikan komentar yang bernada sindiran, menuliskan, “Kalian bisa menambahkan tiga gol lagi untuk para cengeng itu,” yang diiringi dengan emoji tertawa, mengisyaratkan bahwa ia merasa keputusan ini sangat tidak adil.
Selain reaksi dari para pemain, akun resmi Federasi Sepak Bola Senegal juga ikut mengunggah kembali video perayaan tim di atas bus terbuka pasca-final. Unggahan ini kembali menjadi sorotan publik setelah keputusan CAF diumumkan, menunjukkan betapa pentingnya momen tersebut bagi mereka.
Perubahan keputusan ini membuat hasil akhir pertandingan berbalik menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko, yang menandai sebuah perubahan dramatis dalam sejarah kompetisi tersebut.
Dengan keputusan ini, gelar yang dicabut menjadi trofi Piala Afrika pertama bagi Maroko sejak tahun 1976, menandai pencapaian penting bagi negara tersebut.
➡️ Baca Juga: <p>“Film Pendek ‘Glad I Met You’ yang Mengharukan dari Apple Dipamerkan di iPhone 17 Pro”</p>
➡️ Baca Juga: <p>Apple Menjajaki Strategi untuk Mengimbangi Kenaikan Harga Memori</p>

