Jakarta – Memiliki kendaraan pribadi menjadi impian banyak orang, terutama bagi mereka yang bergaji setara dengan upah minimum. Namun, dengan harga mobil baru yang bisa mencapai ratusan juta rupiah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung agar bisa mewujudkan impian tersebut?
Sebagai gambaran, Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp5.729.876 per bulan. Jika seluruh gaji tersebut disimpan tanpa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pekerja akan memerlukan waktu sekitar 24,6 bulan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp141,2 juta, yang merupakan estimasi harga mobil dalam simulasi ini.
Namun, situasi di kehidupan nyata berbeda. Sebagian dari gaji tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berdasarkan perhitungan, jika pekerja menyisihkan 10 persen dari gaji, yaitu sekitar Rp572.988 per bulan, waktu yang dibutuhkan untuk menabung mencapai sekitar 246 bulan atau 20,5 tahun untuk mendapatkan Rp141,2 juta.
Jika tabungan ditingkatkan menjadi 20 persen dari gaji, maka dana yang terkumpul setiap bulan menjadi sekitar Rp1,15 juta. Dengan asumsi harga mobil tetap, target tersebut dapat dicapai dalam waktu sekitar 123 bulan atau 10,3 tahun. Di sisi lain, jika pekerja mampu menyisihkan 50 persen dari gajinya, waktu menabung dapat dipersingkat menjadi sekitar 49 bulan atau empat tahun satu bulan.
Selain opsi membeli secara tunai, mobil juga dapat diperoleh melalui pembiayaan kredit. Dengan harga Rp141,2 juta dan uang muka 20 persen, calon pembeli perlu menyiapkan dana sekitar Rp28,24 juta. Sisa yang harus dibiayai mencapai Rp112,96 juta.
Sebagai contoh, jika pembiayaan dilakukan selama lima tahun dengan bunga flat 6 persen per tahun, cicilan bulanan yang harus dibayar sekitar Rp2,45 juta. Angka ini setara dengan 42,7 persen dari UMP Jakarta 2026.
Setelah membayar cicilan, sisa penghasilan yang tersisa berkisar Rp3,28 juta per bulan. Dana ini harus mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya operasional mobil, seperti bahan bakar, parkir, tol, servis, pajak, dan asuransi.
Perhitungan ini menggambarkan bahwa keinginan untuk memiliki mobil harus disesuaikan dengan keadaan finansial yang ada. Harga kendaraan, jumlah tabungan, serta porsi sisa penghasilan bulanan menjadi faktor penentu apakah pembelian mobil dapat dilakukan tanpa membebani anggaran keuangan.
➡️ Baca Juga: Strategi Data Dalam Bisnis Untuk Meningkatkan Akurasi Pengambilan Keputusan
➡️ Baca Juga: Final Dai dan Daiyah Piala Gubernur Jakarta di Balai Kota, Melahirkan Pendakwah Muda Berpotensi

