Pesawat Menhut Raja Juli Tidak Bisa Mendarat di Kalbar Akibat Asap Karhutla

Pesawat yang mengangkut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta rombongan mengalami kegagalan untuk mendarat di Bandara Supadio Pontianak. Hal ini disebabkan oleh kabut asap yang sangat tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjelaskan bahwa cuaca di lokasi tidak mendukung, dengan jarak pandang hanya mencapai 100 meter. “Karena jarak pandang yang sangat terbatas, pesawat tidak dapat melakukan pendaratan dengan aman,” ungkapnya di Pontianak pada hari Kamis.
Dengan jarak pandang yang hanya 100 meter, pesawat yang ditumpangi oleh Menhut terpaksa membatalkan pendaratannya, sehingga kunjungan yang telah direncanakan ke Kalbar harus ditunda.
Gubernur Norsan menambahkan bahwa jika kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, ada harapan bagi Menhut Raja Juli Antoni untuk tetap melanjutkan kunjungannya ke Kalbar. Rencananya, jika memungkinkan, kunjungan tersebut bisa dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.
Dalam kunjungan ini, Menhut diharapkan dapat meninjau tiga lokasi yang terkena dampak karhutla. Lokasi-lokasi tersebut meliputi kawasan Limbung, area sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya.
Setelah melakukan peninjauan lapangan, agenda selanjutnya adalah rapat koordinasi antara Menhut dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kalbar.
Pemerintah juga telah menyediakan dukungan berupa peralatan untuk meningkatkan penanganan kebakaran, termasuk pompa air dan perlengkapan lain dari Kementerian Kehutanan.
“Bantuan yang direncanakan mencakup pompa air, peralatan untuk penanganan kebakaran, serta penyediaan makanan, minuman, obat-obatan, dan masker,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla bukanlah isu baru di Kalbar. Pada tahun 2019, beberapa perusahaan pernah ditindak, bahkan ada kasus yang berujung pada pencabutan izin usaha.
“Ini bukan yang pertama. Di tahun 2019, banyak tindakan sudah diambil hingga mencabut izin perusahaan yang bersangkutan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait, terus memperkuat koordinasi untuk mengendalikan karhutla, terutama mengingat dampak asap yang mulai mengganggu aktivitas penerbangan dan menurunkan jarak pandang di berbagai lokasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai menghambat mobilitas serta agenda pemerintah dalam melakukan penanganan langsung di lapangan.
➡️ Baca Juga: Barcelona dan Real Madrid Bersaing Memikat Bintang Muda 18 Tahun dari Racing Santander
➡️ Baca Juga: Kesalahan Fatal Yang Harus Dihindari Pengemudi Mobil Saat Mudik Agar Aman dan Lancar




