Raditya Dika Ajak Pria Indonesia untuk Refleksi Diri Melalui Komedi yang Mendalam

Jakarta – Bulan Ramadhan tahun ini membawa nuansa baru bagi Raditya Dika. Sebagai seorang komika dan sutradara, ia terlibat dalam inisiatif bertajuk “Bener Bareng” yang mengedepankan pendekatan lebih intim mengenai proses perbaikan diri yang seharusnya dilakukan secara kolektif.
Dalam sesi podcast langsung bertema “Building Impact Through Community”, Raditya menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kolaborasi dalam menciptakan perubahan, terutama di bulan suci ini. Mari kita telusuri lebih dalam tentang hal ini!
“Bila kita berjalan sendiri mungkin akan cepat, tetapi jika dilakukan bersama, perjalanan kita bisa lebih jauh. Saya memandang Bener Bareng sebagai sebuah ajakan positif untuk saling mendukung agar menjadi lebih baik,” kata Raditya Dika dalam pernyataannya, yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.
Inisiatif “Bener Bareng” diperkenalkan dalam acara Kahf Ramadan Gathering 2026. Tidak sekadar sebuah seremoni, acara ini dirancang sebagai ruang bagi pria untuk merenungkan diri, berbagi pengalaman, dan memulai kembali resolusi mereka di bulan Ramadhan.
Harman Subakat, CEO Paragon Corp, menjelaskan makna di balik gerakan ini.
“Menjadi baik di luar harus sejalan dengan kebenaran di dalam diri, dan hal itu tidak bisa dicapai sendirian. Itulah sebabnya kami menyebutnya: Bener Bareng. Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk mereset niat dan memperkuat komitmen dalam membangun generasi pria yang sadar akan perannya,” jelasnya.
Sementara itu, Billy Dharmawan, perwakilan dari Kahf, menyoroti sebuah masalah umum yang menjadi latar belakang gerakan ini.
“Banyak pria yang ingin memperbaiki diri, tetapi sering kali mereka merasa canggung atau kurang percaya diri untuk memulainya. Ketika dilakukan secara bersama-sama, proses itu akan terasa lebih ringan. Bener Bareng merupakan tentang persaudaraan dan saling mendukung,” ungkapnya.
Dalam dunia hiburan dan kreativitas, kampanye ini juga melibatkan berbagai tokoh publik dan kreator konten. Selain Raditya Dika, band Perunggu juga turut ambil bagian dalam sesi diskusi yang membahas tema komunitas dan dampak sosial. Percakapan yang berlangsung santai ini sarat dengan refleksi—sebuah elemen yang kini menjadi ciri khas dalam berbagai konten Raditya.
Tidak hanya terbatas di Jakarta, rangkaian kegiatan selama Ramadhan ini juga meluas ke berbagai kota dan bahkan lintas negara, menghadirkan kesempatan buka puasa bersama dalam skala global. Selain itu, ada pula kolaborasi dengan ilustrator Sarkodit untuk menciptakan hampers Ramadan edisi khusus.
Bagi banyak pria di Indonesia, refleksi diri melalui komedi bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebuah alat untuk menumbuhkan kesadaran dan kedewasaan. Raditya Dika, melalui kampanye “Bener Bareng”, mengajak mereka untuk tidak menempuh perjalanan ini sendirian, melainkan bersama-sama dengan dukungan dari komunitas.
Setiap individu yang terlibat dalam gerakan ini diharapkan dapat menemukan kekuatan dalam kebersamaan. Dengan berbagi cerita dan pengalaman, mereka tidak hanya bisa saling menguatkan, tetapi juga memotivasi satu sama lain untuk terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri mereka.
Refleksi diri melalui komedi menawarkan perspektif yang unik. Melalui humor, individu dapat mencerna pengalaman pahit dan tantangan hidup dengan cara yang lebih ringan. Hal ini membantu mereka untuk tidak hanya melihat sisi positif dari situasi sulit, tetapi juga menginspirasi orang lain.
Dalam konteks Ramadhan, momen ini menjadi lebih mendalam. Bulan suci ini bukan hanya tentang puasa dan ibadah, tetapi juga tentang introspeksi dan perbaikan diri. Dengan adanya platform seperti “Bener Bareng”, pria di Indonesia diingatkan akan pentingnya saling mendukung dalam proses ini, sehingga perjalanan menuju perubahan diri menjadi lebih bermakna.
Akhirnya, Raditya Dika dan timnya berharap bahwa kampanye ini tidak hanya berakhir setelah bulan Ramadhan. Mereka ingin menanamkan semangat kebersamaan dan saling mendukung ini agar tetap berjalan sepanjang tahun.
Dengan segala inisiatif yang dicanangkan, diharapkan banyak pria yang merasa terinspirasi untuk mengambil langkah pertama dalam memperbaiki diri. Refleksi diri melalui komedi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut, dan bersama-sama, mereka dapat membangun masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan komunitas.
Melalui kegiatan ini, Raditya Dika menunjukkan bahwa komedi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah medium yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan positif. Dengan memanfaatkan momen-momen lucu dan menghibur, ia mengajak para pria untuk merenungkan kehidupan mereka dengan cara yang lebih ceria dan positif.
Dari Jakarta hingga kota-kota lainnya, semangat “Bener Bareng” diharapkan dapat menyentuh hati banyak orang, menginspirasi perubahan, dan membangun komunitas yang lebih kuat. Dengan saling mendukung, perjalanan refleksi diri melalui komedi menjadi lebih menyenangkan dan berarti.
➡️ Baca Juga: Ramalan Shio Monyet 2026: Peluang dan Tantangan Komunikasi di Tahun Kuda Api
➡️ Baca Juga: Arema FC vs Persijap Jepara: Marcos Santos Seeks Redemption for Singo Edans Comeback



