depo qris depo 10k
Hiburan

Scream 7 Pecahkan Rekor Franchise dengan Debut Rp926 Miliar, Film Horor Paling Dinanti Tahun Ini

Film horor terbaru Scream 7 langsung membuat gebrakan di box office global. Dalam debut domestiknya, film ketujuh dari franchise legendaris ini meraih US$59 juta atau sekitar Rp926 miliar (kurs Rp15.700 per dolar AS), menjadikannya pembukaan terbesar dalam sejarah franchise Berteriak.

Pendapatan tersebut termasuk US$28 juta (Rp439 miliar) pada hari Jumat yang sudah mencakup preview penggemar, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kembalinya Neve Campbell dan keterlibatan langsung Kevin Williamson sebagai sutradara.

Baca Juga: Belum Tayang Penuh, Film Scream 7 Sudah Cetak Rekor Box Office

Preview Rekor dan Respons Penggemar

Pratinjau Berteriak 7 pada Kamis malam mencapai US$7,8 juta (sekitar Rp122,5 miliar), memecahkan rekor franchise sebelumnya (Jeritan VI: US$5,7 juta). Penayangan awal ini digelar di layar premium lengkap dengan konten tambahan dan merchandise, sebelum diperluas ke preview reguler pukul 18.30.

Menurut data RelishMix, percakapan media sosial sebelum rilis film ini mencapai 264,5 juta interaksi, 11% di atas rata-rata franchise horor. Kembalinya Campbell sebagai tulang punggung cerita disambut hangat oleh penggemar, sementara Courteney Cox yang memerankan Gale Weathers juga mendapat sorotan dengan 20,7 juta pengikut di media sosial.

Format Premium dan Jangkauan Internasional

Berbeda dengan Jeritan VI (2023) yang hadir dalam 3D, Scream 7 untuk pertama kalinya diputar di IMAX, ScreenX, D-Box, dan layar premium lainnya. Strategi ini memberi pengalaman menonton horor yang lebih intens dan imersif bagi penonton.

Film ini juga dirilis di 52 wilayah internasional, termasuk Australia, Brasil, Prancis, Jerman, Italia, Meksiko, Spanyol, dan Inggris.

Meski mencetak rekor box office, respons kritikus terbilang lebih rendah dibanding reboot sebelumnya, dengan skor 38% Tomat Busuksementara skor penonton berada di 79%. Sebagai perbandingan, Jeritan VI meraih 77% dari kritikus dan 90% dari penonton, sedangkan Berteriak (2022) memperoleh 76% dan 82%.

Biaya Produksi dan Posisi di Pasar

Scream 7 diproduksi dengan biaya US$45 juta (Rp706 miliar) sebelum biaya pemasaran, dibiayai 50/50 antara Paramount Pictures dan Spyglass Media Group. Enam film sebelumnya dari franchise ini telah menghasilkan total US$908,5 juta (Rp14,26 triliun) secara global.

Pekan ini, Berteriak 7 menjadi satu-satunya rilisan studio besar, unggul dibanding film lain seperti KAMBING (Rp324 miliar), Ketinggian Wuthering (Rp306 miliar), dan Saya Hanya Bisa Membayangkan 2 (Rp158 juta).

Baca Juga: Scream 7: Ini Jadwal Tayang, Daftar Pemeran, dan Detail Ceritanya

Dengan kombinasi comeback Neve Campbell, sutradara asli Kevin Williamson, serta strategi penayangan premium dan jangkauan global, Berteriak 7 diproyeksikan akan terus mendominasi box office horor sepanjang 2026.

➡️ Baca Juga: Megawati dan Keluarga Laksanakan Umrah Menyambut Ramadhan dengan Khidmat

➡️ Baca Juga: Strategi Produktivitas Unggulan: Alasan Mengapa Orang Produktif Seringkali Tampak Tidak Sibuk

Related Articles

Back to top button