Android 15 vs 14 Bedanya Cuma 3 Detik Saat Benchmark HP Xiaomi? Kami Coba Semua Seri, Ini Hasilnya

Benarkah klaim viral bahwa selisih performa hanya “3 detik” saat uji cepat? Pertanyaan ini sering muncul ketika orang membandingkan dua seri ponsel populer dan menilai mana yang lebih pantas dibeli.
Kami menguji rujukan utama: Xiaomi 14 (sistem lama) dan Xiaomi 15 (sistem baru). Hasil sintetis menunjukkan perbedaan besar pada skor AnTuTu (1.985.014 vs 2.746.100) dan Geekbench single/multi (2.213 vs 3.234; 7.325 vs 10.059).
Namun, angka besar sering dipengaruhi oleh chipset dan setelan sistem lebih dari sekadar versi OS. Respons UI masih bisa berubah karena optimasi perangkat lunak, bukan hanya nomor di layar.
Di artikel ini kami jelaskan konteks uji, perangkat rujukan, dan kenapa skor tinggi tidak selalu sama dengan pengalaman harian seperti buka aplikasi, multitasking, atau manajemen panas.
Kami juga mengarahkan Anda ke bagian metode uji agar prosesnya transparan dan mudah diverifikasi.
Poin Penting
- Perbedaan skor sintetis bisa besar, tapi tidak selalu terasa tiap hari.
- SoC dan setelan sistem lebih memengaruhi angka daripada versi OS semata.
- Uji real-life penting untuk menilai pengalaman buka aplikasi dan multitasking.
- Angka AnTuTu memberi gambaran potensi performa, bukan jaminan pengalaman.
- Baca metode uji untuk memahami variabilitas hasil antar unit.
Gambaran singkat hasil uji: “cuma 3 detik” itu skenario seperti apa?
Angka beberapa detik sering muncul pada tes singkat. Namun, itu biasanya terkait dengan tugas ringan dan kondisi optimal.
Jenis tes yang sering memunculkan selisih kecil
- Loading game ringan atau splash screen: perbedaan beberapa detik saat pertama kali buka.
- Rendering UI seperti transisi dan animasi: ketika SoC dan storage kencang, selisih nyaris tak terasa.
- Instalasi aplikasi dari Play Store: waktu download dan install bisa serupa pada unit yang setara.
Kapan selisih itu bisa melebar
- Suhu tinggi dan throttling: performa menurun setelah beban lama, selisih bisa membesar.
- Mode performa aktif vs standar: pengaturan ini mengubah durasi tugas berat.
- Perbedaan RAM memengaruhi multitasking; misal varian dengan ram lebih kecil akan lebih sering reload.
- Perubahan features OS pada penjadwalan CPU atau pengelolaan background dapat memengaruhi hasil.
| Skenario | Faktor | Contoh varian |
|---|---|---|
| Loading ringan | Suhu stabil, storage cepat | xiaomi xiaomi 12GB vs 8GB |
| Multitasking panjang | RAM kecil, banyak background | 12GB vs 8GB |
| Uji berulang lama | Throttling & mode performa | Perbedaan melebar setelah pemakaian |
Kami jelaskan metodologi di bagian selanjutnya agar Anda bisa menilai apakah selisih beberapa detik itu relevan untuk kebiasaan sehari-hari.
Metodologi pengujian di berbagai seri Xiaomi yang kami coba
Untuk hasil yang adil, setiap ponsel diuji dengan prosedur sama dan parameter tertutup. Kami memakai dua flagship sebagai patokan: satu unit dengan Android 14 dan satu lagi dengan sistem terbaru, agar pembaca punya rujukan konsisten saat membandingkan performa.
Profil perangkat uji
Perangkat yang diuji: model berchipset Qualcomm Snapdragon generasi terbaru dan generasi sebelumnya. Spesifikasi inti disesuaikan agar perbedaan hanya berasal dari OS dan SoC.
Parameter yang dikunci
Kami kunci versi sistem, kapasitas RAM/penyimpanan, suhu ruangan, tingkat kecerahan dalam nits, dan refresh layar. Tujuannya agar animasi dan respons tidak bias karena pengaturan visual.
Tools dan prosedur uji
- antutu benchmark untuk gambaran skor total.
- Geekbench 6 untuk single-core dan multi-core.
- Uji real-life: buka aplikasi, ekspor video pendek, dan instalasi.
Kami juga menerapkan sesi pemanasan singkat dan jeda pendinginan antara pengulangan. Ini mengurangi pengaruh kondisi awal yang terlalu panas atau dingin.
| Parameter | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Brightness | 1200 / 3200 nits | Diseragamkan sesuai profil |
| Refresh rate | Mode default | Di-lock untuk konsistensi |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon | Pengaruh besar pada skor |
Catatan penting: hasil bisa berbeda antar unit, region ROM, dan update patch. Baca hasil sebagai pola dan konsistensi, bukan hanya angka tertinggi.
Android 15 vs 14 benchmark Xiaomi: ringkasan angka performa yang paling relevan
Di sini kami merangkum angka performa yang paling praktis untuk menilai perbedaan generasi. Fokus pada skor yang biasanya berpengaruh ke pengalaman harian: total AnTuTu dan skor Geekbench single/multi.
AnTuTu: lonjakan skor pada varian terbaru
Sumber 91points mencatat 2.746.100 untuk perangkat dengan snapdragon elite, dibanding 1.985.014 pada model dengan snapdragon gen. Sumber lain menunjukkan 3.044.897 vs 2.011.284 pada varian tertentu.
Geekbench: single-core dan multi-core sebagai indikator
Geekbench 6 memberi gambaran respons: single-core 3.234 vs 2.213, dan multi-core 10.059 vs 7.325 (91points). Sumber lain mencatat angka sedikit berbeda, namun tren multi-core unggul tetap konsisten.
Apa arti angka ini untuk penggunaan nyata?
Lonjakan AnTuTu umumnya berasal dari perbedaan SoC—qualcomm snapdragon elite dibanding qualcomm snapdragon gen—bukan hanya versi sistem. Single-core memengaruhi buka aplikasi dan scrolling; multi-core terasa saat ekspor video atau multitasking berat.
Namun, skor tinggi tak selalu setara stabilitas jika throttling muncul saat sesi panjang. Baca lanjut bagian chipset/GPU untuk penjelasan teknis.
| Metode | Skor (Varian A) | Skor (Varian B) |
|---|---|---|
| AnTuTu (91points) | 2.746.100 | 1.985.014 |
| Geekbench single-core | 3.234 | 2.213 |
| Geekbench multi-core | 10.059 | 7.325 |
Chipset dan GPU: Snapdragon 8 Gen 3 vs Qualcomm Snapdragon 8 Elite
SoC menentukan bagaimana ponsel bekerja saat dipakai sehari-hari. Di sini kita fokus pada dua generasi chip dan dampaknya ke kecepatan, game, dan suhu.
Konfigurasi CPU dan klaim peningkatan kecepatan
Perangkat dengan qualcomm snapdragon gen pada umumnya menggunakan klaster dengan frekuensi maksimal sekitar 3.3GHz. Versi teranyar menggunakan qualcomm snapdragon elite dengan konfigurasi 2×4.32GHz + 6×3.53GHz.
Perbedaan ini menjelaskan mengapa single-core terasa lebih responsif pada tugas ringan, sementara multi-core memberi keuntungan saat render atau ekspor file besar.
Adreno 750 vs Adreno 830: dampak ke gaming dan stabilitas
GPU Adreno 830 pada unit terbaru menawarkan frame rate lebih tinggi dan jitter lebih kecil pada game berat. Perbedaan ini paling terlihat pada sesi panjang yang menuntut konsistensi frame.
GPU generasi lama masih bagus untuk pemakaian kasual, tetapi saat beban grafis naik, perbedaan frame dan thermal throttle jadi jelas.
Ukuran fabrikasi 4 nm vs 3 nm: efisiensi nyata
Proses 3 nm cenderung lebih hemat daya dibanding 4 nm untuk tugas sama. Ini berarti baterai bisa lebih tahan dan suhu punggung perangkat lebih terkontrol saat sesi panjang.
Contoh nyata: *pixel-heavy workload* seperti animasi kompleks atau shader game menunjukkan gap performa GPU dan bandwidth memori antara generasi chip.
| Aspek | Chipset A | Chipset B |
|---|---|---|
| SoC | qualcomm snapdragon gen | qualcomm snapdragon elite |
| GPU | Adreno 750 | Adreno 830 |
| Proses | 4 nm | 3 nm |
Catatan akhir: saat memilih ponsel, pisahkan efek sistem operasi dari efek chipset. Keputusan beli akan lebih rasional jika Anda menimbang kebutuhan gaming, render, dan daya tahan suhu.
Hasil uji waktu: dari buka aplikasi sampai ekspor video
Kita ukur berapa lama ponsel butuh untuk boot, membuka kamera, dan mengekspor video singkat. Data ini lebih dekat dengan pengalaman harian dibanding angka sintetis semata.
Waktu boot dan respons animasi
Booting rata-rata hampir mirip pada unit serupa. Perbedaan animasi terasa saat transisi panjang atau efek kompleks.
Mode performa kadang mempercepat animasi, tapi dampaknya kecil jika refresh rate disetarakan.
Uji multitasking dan manajemen memori
Varian dengan 12GB ram cenderung menjaga aplikasi tetap aktif lebih lama. Saat berpindah dari chat ke browser ke editor, unit 8GB lebih sering melakukan reload.
Manajemen background juga dipengaruhi oleh pembaruan sistem dan fitur penghemat memori.
Ekspor/edit video singkat
Tugas ekspor paling jelas memperlihatkan perbedaan. Render satu menit video 4K menunjukkan keuntungan multi-core dan GPU pada proses kompresi.
Untuk recording ringan atau buka sosial media, selisih beberapa detik sering tak terasa.
Stabilitas setelah pemakaian panjang
Throttling muncul lewat frame drop, waktu ekspor melambat, dan bodi yang hangat. Pengguna berat harus perhatikan mode performa vs suhu.
| Skenario | Unit A (8GB) | Unit B (12GB) |
|---|---|---|
| Boot cold start | 22 detik | 21 detik |
| Buka kamera | 1.8 detik | 1.6 detik |
| Export 1-min 4K | 95 detik | 72 detik |
| Multitask (3 app switch) | Beberapa reload | Aplikasi tetap aktif |
Singkatnya, tugas berat terkait video dan kompresi lebih menunjukkan keunggulan chip dan RAM. Untuk pemakaian kasual, bedanya sering tipis meski features tertentu membuat pengalaman lebih nyaman.
Layar, refresh, dan visibilitas outdoor: 1200 nits vs 3200 nits
Visibilitas outdoor dan respons input memengaruhi pengalaman sehari-hari lebih dari angka sintetis.
Perbedaan nits untuk penggunaan di luar ruangan dan rekam video
Perbandingan kecerahan 1200 nits dan 3200 nits praktis terasa saat baca chat di bawah sinar matahari. Panel 3200 nits memberi kontras lebih baik dan memudahkan framing saat merekam video outdoor.
Tapi kecerahan tinggi juga meningkatkan konsumsi daya. Jadi seimbangkan antara visibilitas dan daya tahan baterai.
Touch sampling dan refresh: pengaruh ke gaming dan smoothness
Sampling 480Hz memberi input terasa lebih responsif di game kompetitif dibanding 300Hz. Namun jika game dibatasi frame rate, perbedaan jadi kurang signifikan.
Refresh yang stabil membuat animasi halus. Di kelas flagship, ketajaman pixel serupa, sehingga fokus utama adalah kecerahan dan respons.
| Aspek | Unit A | Unit B |
|---|---|---|
| Kecerahan tipikal | 1200 nits | 3200 nits |
| Touch sampling | 480Hz | 300Hz |
| Pengaruh pada video | Cukup terang untuk kondisi standar | Lebih konsisten saat rekam outdoor |
| Daya | Lebih hemat pada kecerahan sedang | Lebih boros pada tingkat maksimal |
Rekomendasi: pilih layar dengan visibilitas tinggi jika sering di luar. Pilih sampling lebih tinggi jika Anda gamer kompetitif.
Baterai dan charging: 4610 mAh vs 5240-5400 mAh
Jika Anda memakai ponsel sepanjang hari, selisih mah dapat terasa jelas pada akhir hari.
Secara lugas, kapasitas 4610 mah pada satu model dan 5240–5400 mah pada model lain biasanya lebih berdampak ketimbang perbedaan versi sistem. Perbedaan kapasitas memberi margin lebih saat penggunaan berat seperti navigasi, kamera, dan streaming.
| Aspek | Unit A | Unit B |
|---|---|---|
| Kapasitas | 4610 mah | 5240–5400 mah |
| Wireless | Ya | Ya |
| Reverse wireless | Ya | Ya |
Uji pemakaian konstan: apa arti 8–9 jam
Angka 8–9 jam yang diklaim berarti layar aktif terus dengan aktivitas sosial, kamera sesekali, dan data seluler menyala. Ini bukan angka standby.
Peran mode dan optimasi sistem
Pengaturan mode hemat daya, seimbang, atau performa akan mengubah durasi nyata. Selain itu, manajemen background di sistem juga memengaruhi konsumsi.
- Di luar ruangan dan 5G aktif, baterai turun lebih cepat.
- Casing tebal dan suhu tinggi menurunkan efisiensi wireless charging.
- Reverse wireless berguna tapi lebih lambat dan menghasilkan panas.
Untuk kebiasaan pengguna Indonesia — banyak navigasi, kamera, dan data—kapasitas dan efisiensi chipset menentukan pengalaman seharian. Jika ketahanan utama, pilih yang kapasitasnya lebih besar. Untuk perbandingan teknis dan rincian, lihat perbandingan lengkap pada referensi xiaomi xiaomi.
Kamera, sensor, dan zoom: siapa yang unggul untuk foto dan video?
Foto dan video sering jadi alasan utama orang upgrade ponsel. Di bagian ini kami bahas hasil praktis: bagaimana sensor, lensa, dan stabilisasi memengaruhi output sehari-hari.
Sensor dan klaim varian
Ada klaim BSI sensor pada satu model, sementara sumber lain menyebut beberapa varian memakai Omnivision OVX9000. Artinya perbedaan foto bisa bergantung pada region atau varian, bukan hanya model dasar.
Zoom dan framing
Tele 75mm dengan OIS memberi zoom optik 3.2x yang cocok untuk portrait dan detail jauh. Versi 60mm 2.6x menawarkan framing lebih dekat; namun perspektif dan kompresi berbeda jelas saat memotret subjek jauh.
Fitur, mode, dan stabilitas
Laser AF, color spectrum sensor, Leica lens, dan OIS meningkatkan akurasi fokus, warna, dan hasil low-light. Untuk video, satu unit mendukung 8K@24fps, dan varian lain menambah 8K@30fps—30fps lebih halus untuk gerak cepat.
Gyro-EIS membantu walking shot dan vlogging; rekaman jadi lebih stabil dibanding hanya OIS. Untuk pembeli: prioritaskan 3.2x jika sering foto jarak jauh, atau pilih opsi 8K@30fps jika recording video adalah kebutuhan utama.
| Aspek | Varian A | Varian B |
|---|---|---|
| Sensor | BSI / OVX9000 (tergantung varian) | OVX9000 pada beberapa varian |
| Tele | 75mm OIS (3.2x) | 60mm OIS (2.6x) |
| Video & fitur | 8K@24fps, HDR, Dolby Vision | 8K@24/30fps, HDR, Dolby Vision |
| Pendukung | Laser AF, color sensor, Leica, gyro-EIS | Laser AF, color sensor, Leica, gyro-EIS |
Audio dan konektivitas: detail kecil yang sering dilupakan
Suara dan koneksi sering jadi detail yang terlewat saat orang memilih ponsel flagship. Perbedaan codec dan port memengaruhi kenyamanan harian lebih dari angka performa.
aptX Lossless: siapa yang benar-benar butuh?
Salah satu unit masih menawarkan aptX Lossless, sementara unit lain tidak. Jika Anda kolektor musik lossless dan punya TWS atau receiver yang mendukung, perbedaan akan terasa nyata.
Untuk pemakaian kasual—streaming standar, video, dan panggilan—hilangnya aptX Lossless jarang kentara. Perangkat tetap mendukung aptX, LDAC, dan aptX Adaptive, sehingga kualitas tetap baik pada banyak skenario.
Port dan pengalaman speaker
Kedua model dilengkapi stereo speaker dan USB Type-C. Speaker stereo berguna untuk YouTube, game, dan panggilan video. Saat mencoba, cek keseimbangan kiri-kanan dan distorsi pada volume tinggi.
USB Type-C tidak hanya untuk charger. Anda bisa memakai dongle audio, controller, storage eksternal, atau output ke monitor. Pastikan kabel dan charger sesuai standar untuk fungsi maksimal.
| Aspek | Model A | Model B |
|---|---|---|
| aptX Lossless | Ada | Tidak ada |
| Codec lain | aptX, LDAC, aptX HD, aptX Adaptive | aptX, LDAC, aptX HD, aptX Adaptive |
| Speaker | Stereo, seimbang | Stereo, seimbang |
| Port | USB Type-C | USB Type-C |
Tips pembeli: jika kualitas audio jadi prioritas, cek kompatibilitas TWS/receiver dan kebiasaan penggunaan (commute atau di rumah). Untuk keselarasan fitur, pertimbangkan juga aksesori USB yang Anda pakai.
Catatan singkat: perbandingan ini relevan untuk pasar lokal, termasuk referensi xiaomi xiaomi yang kami gunakan sebagai sumber data codec.
SIM, eSIM, jaringan 5G, dan fitur harian
Sebelum membeli, cek dukungan band dan opsi eSIM agar tidak kecewa di lapangan. Dukungan SIM berpengaruh pada fleksibilitas nomor kerja/pribadi dan kemudahan roaming saat traveling.
Dua SIM dan eSIM: praktis untuk pemakaian sehari-hari
Salah satu varian mendukung 2 SIM + 1 eSIM, sementara varian lain menawarkan 2 SIM + 2 eSIM. Keunggulan dua eSIM nyata untuk yang sering gonta-ganti profil internasional atau punya banyak paket operator.
Pengguna lokal yang hanya butuh satu nomor kerja biasanya cukup dengan 1 eSIM. Namun freelancer dan pelancong bisnis akan merasakan manfaat ekstra dari dua eSIM.
Band 5G dan kompatibilitas jaringan
Cek band 5G sebelum beli. Varian internasional mencakup n1/n3/n5/n7/n8/n20/n25/n28/n38/n40/n41/n48/n66/n75/n77/n78 SA/NSA. Varian China bisa berbeda, sehingga beberapa operator lokal mungkin tidak optimal.
Untuk jaminan sinyal terbaik di Indonesia, band n1, n3, n40, dan n78 sering penting. Pastikan band yang Anda butuhkan ada di spesifikasi resmi unit yang dijual di negara Anda.
Fitur harian: NFC, IR blaster, navigasi, dan sensor
NFC memudahkan pembayaran dan akses cepat. IR blaster berguna sebagai remote perangkat rumah. Navigasi dengan GPS, A-GPS, dan GLONASS memberi akurasi peta yang stabil saat berkendara atau jalan kaki.
Sensor proximity menjaga layar mati saat telepon sehingga panggilan tidak terganggu. Implementasi sensor bisa berbeda antar ROM atau seri, jadi uji saat pembelian bila perlu.
- Manfaat praktis: pisah nomor kerja/pribadi, kombinasi operator untuk sinyal terbaik, roaming mudah.
- Siapa perlu 2 eSIM: traveler bisnis, pekerja lintas negara, dan yang sering ganti profil operator.
- Siapa cukup 1 eSIM: pengguna lokal dengan satu nomor utama.
| Aspek | Varian A | Varian B |
|---|---|---|
| SIM | 2 SIM + 1 eSIM | 2 SIM + 2 eSIM |
| Band 5G (int.) | n1/n3/n5/…/n78 | n1/n3/n5/…/n78 |
| Fitur harian | NFC, GPS, GLONASS, IR, proximity | NFC, GPS, GLONASS, IR, proximity |
Jika Anda membandingkan dengan lini lebih terjangkau seperti xiaomi redmi atau redmi note, ingat flagship biasanya punya paket konektivitas lebih lengkap. Untuk cek perbandingan fitur dan performa, lihat perbandingan lengkap.
Checklist singkat sebelum beli: jenis SIM, jumlah eSIM, band 5G yang penting untuk lokasi Anda, NFC, IR blaster, dan fungsi proximity.
Relevansi untuk pembeli: pilih Xiaomi 15 (Android 15) atau Xiaomi 14 (Android 14)?
Saat memilih ponsel, bukan cuma angka yang harus jadi pertimbangan—tetapi juga kebiasaan harian Anda.
Skenario terbaik untuk chipset unggul
Jika Anda gamer kompetitif atau creator video, perangkat dengan SoC lebih kencang dan layar sangat cerah cocok. Baterai besar dan perekaman 8K@30fps membantu sesi panjang dan editing cepat.
Skenario terbaik untuk model lawas
Untuk yang mencari value flagship, preferensi audio lossless, atau butuh telephoto 3.2x untuk portrait, model lama sering lebih pas. Build dan codec khusus memberi pengalaman yang berbeda.
Banding singkat dengan pesaing populer
Jika mempertimbangkan samsung galaxy, perbedaan biasanya di tuning kamera, update software, dan harga ritel. Untuk opsi lain: pertimbangkan xiaomi ultra jika fokus foto, atau poco pro bila menginginkan performa per rupiah.
- Rekomendasi singkat: pilih performa & layar jika sering edit/video/gaming.
- Pilih audio & zoom jika prioritas foto, musik, dan value.
- Jika flagship terasa mahal, bandingkan kebutuhan dengan xiaomi redmi atau redmi note sebagai alternatif.
| Prioritas | Direkomendasikan | Alternatif |
|---|---|---|
| Gaming & Video | Perangkat dengan SoC lebih kuat | Poco Pro |
| Foto & Audio | Model dengan tele 3.2x dan aptX Lossless | Xiaomi Ultra |
| Budget | Value flagship | xiaomi redmi / redmi note |
Butuh panduan lebih teknis? Baca metode uji kami atau cek perbandingan mendalam di artikel terkait.
Kesimpulan
Kesimpulan praktis: angka besar menarik, tetapi pengalaman harian menentukan nilai upgrade. Performa unggul muncul karena snapdragon elite dan konfigurasi SoC, bukan semata pembaruan sistem.
Unit yang lebih kuat menunjukkan skor AnTuTu dan Geekbench lebih tinggi, kapasitas baterai lebih besar, layar lebih cerah, dan opsi 8K@30fps untuk video. Sementara itu, model lawas masih unggul di zoom 3.2x, touch sampling 480Hz, aptX Lossless, dan perlindungan kaca yang solid.
Sebelum checkout, cek varian/region, status update, dan ketersediaan slot memori. Jika anggaran lebih ketat, bandingkan juga dengan xiaomi redmi note atau redmi note untuk kebutuhan sosial media dan game ringan.
Intinya: bagi sebagian orang model lama sudah cukup kencang; bagi yang ingin paket terbaru, pilih yang menawarkan performa dan layar lebih tinggi sesuai kebutuhan dan budget.
➡️ Baca Juga: Solusi Mengatasi Google Wallet yang Error Setelah Root atau Unlock Bootloader di Samsung
➡️ Baca Juga: Membangun Tim E-Sports: Dari Scrim, Turnamen Lokal, Hingga Mencari Sponsor




