Finance

IHSG Anjlok 5,43%: Analisis Volatilitas Tinggi Dipicu Sentimen MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada awal perdagangan pekan ini. Hingga Senin (2/2/2026) pukul 11.07 WIB, IHSG tercatat di level 7.877,68, mengalami penurunan sebesar 5,43 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.

Pelemahan tajam ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar saham domestik, di tengah sentimen global dan regional yang kurang mendukung.

Penyebab utama tekanan terhadap IHSG adalah kekhawatiran pelaku pasar terkait penundaan sementara proses rebalancing atau penyesuaian indeks saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kebijakan ini dianggap menambah ketidakpastian dan meningkatkan kehati-hatian investor, terutama bagi investor asing.

Sentimen MSCI Menyebabkan Kekhawatiran Investor

Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset & Ekonom Utama di Mirae Asset Sekuritas, mengungkapkan bahwa pembekuan rebalancing oleh MSCI menciptakan persepsi risiko baru terhadap pasar modal Indonesia. Sentimen ini diprediksi akan berdampak langsung pada kepercayaan investor global terhadap tingkat investabilitas pasar Indonesia.

“Kekhawatiran yang muncul dari sentimen MSCI berhubungan dengan status dan investabilitas pasar Indonesia, ditambah dengan risiko domestik seperti melemahnya nilai tukar rupiah serta akumulasi risik yang sebelumnya telah ada,” jelas Rully dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (2/2/2026).

Menurut Rully, kombinasi faktor eksternal dan domestik dapat menyebabkan pergerakan pasar yang fluktuatif dalam jangka pendek, dengan potensi koreksi yang masih terbuka.

Aksi Jual Asing Masih Mewarnai Pasar

Tekanan di pasar saham juga terlihat dari berlanjutnya aksi jual oleh investor asing. Dalam perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,5 triliun. Meskipun angka tersebut lebih kecil dibandingkan dua hari perdagangan sebelumnya, arus keluar dana asing tetap signifikan.

Secara total, dalam empat hari perdagangan terakhir, aksi jual bersih investor asing mencapai hampir Rp14 triliun atau sekitar 830 juta dolar AS. Aliran dana keluar ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan IHSG dalam beberapa hari terakhir.

Namun, Rully mencatat bahwa investor asing mulai menunjukkan sikap yang lebih selektif dalam melakukan transaksi. Dalam dua hari berturut-turut, mereka tercatat melakukan net buy pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

“Sementara itu, tekanan jual yang besar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mulai meredah,” tambahnya.

Volatilitas Diprediksi Masih Tinggi

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa volatilitas IHSG akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Pasar diharapkan akan terus memantau perkembangan terkait kebijakan MSCI, stabilitas nilai tukar rupiah, serta respons dari otoritas dan pemerintah terhadap dinamika pasar keuangan.

Dalam kondisi ini, pelaku pasar diimbau untuk tetap memperhatikan faktor risiko dan pergerakan aliran dana asing, mengingat sentimen global masih memiliki potensi untuk memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

➡️ Baca Juga: 3 Fakta Controller Joystick Hall Effect yang Gak Drift, Tapi Kenapa Sony & Microsoft Gak Pake?

➡️ Baca Juga: <p>“Produsen Mobil Memperluas Dukungan CarPlay, Meningkatkan Konektivitas Dalam Mobil”</p>

Related Articles

Back to top button