Iran Sepakati Gencatan Senjata, Siap Balas Jika AS Lakukan Kesalahan Kecil

Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Dewan Keamanan Nasional Iran mengumumkan bahwa perundingan antara kedua negara akan dimulai pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan. Kesepakatan ini merujuk pada proposal 10 poin yang diajukan oleh Teheran dan diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif.
Pernyataan ini dirilis pada hari Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mencabut ancaman terhadap Iran dan menunda serangan selama periode dua minggu ke depan. Keputusan ini menunjukkan adanya perubahan nada dalam hubungan yang sebelumnya tegang antara kedua negara.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini sangat tergantung pada kesediaan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan berfungsi sebagai rute penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Dalam pengumumannya di platform sosial Truth Social, Trump mengindikasikan bahwa Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang dianggapnya sebagai titik awal yang layak untuk negosiasi lebih lanjut.
Ia menekankan bahwa hampir semua isu penting yang menjadi perdebatan antara kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan, dan dua minggu ke depan akan dimanfaatkan untuk merampungkan detail akhir dari kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang berbicara mewakili Dewan Keamanan Nasional Iran, menegaskan keputusan Teheran untuk menghentikan segala bentuk pertempuran.
“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka angkatan bersenjata kami juga akan menghentikan semua operasi pertahanan,” ungkapnya melalui platform X, sebagaimana dilansir oleh Al Jazeerah pada Rabu, 8 April 2026.
Araghchi juga menambahkan bahwa akses aman di Selat Hormuz akan dicapai melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran. Keputusan ini diambil setelah Trump menyetujui kerangka dasar proposal 10 poin yang diajukan oleh Iran sebagai landasan untuk perundingan.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan bahwa kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik telah sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon dan daerah-daerah lainnya.
“Kesepakatan ini berlaku segera,” tulisnya di platform X.
Sharif juga mengucapkan terima kasih kepada kedua negara, AS dan Iran, serta mengundang delegasi dari masing-masing negara untuk hadir di Islamabad pada Jumat, 10 April 2026, guna melanjutkan perundingan menuju penyelesaian akhir yang akan mengatasi seluruh perselisihan.
Dewan Keamanan Nasional Iran mengungkapkan bahwa proposal 10 poin tersebut mencakup tuntutan agar Iran memiliki kendali dan pengawasan yang lebih besar atas Selat Hormuz, yang dianggap akan memberikan posisi ekonomi dan geopolitik yang sangat strategis bagi negara tersebut.
➡️ Baca Juga: <p>“Mengapa X Menjadi Open Source Menimbulkan Risiko bagi Akun Alt Anonim”</p>
➡️ Baca Juga: Menteri Pigai Tegaskan Proses Hukum Kasus Andrie Yunus Sedang Berlangsung dengan Transparan




