Tegaskan Karya Nussa Rara Sebagai Ciptaan Anak Bangsa, Aditya Triantoro: Jangan Kaitkan dengan Isu Pribadi

Jakarta – Aditya Triantoro, salah satu pendiri dari serial animasi Nussa Rara, memberikan klarifikasi terkait kontroversi yang baru-baru ini melibatkan karya tersebut. Ia menekankan bahwa animasi yang telah dikenal oleh anak-anak Indonesia ini merupakan produk dari kolaborasi banyak talenta kreatif lokal, dan bukan hanya hasil karya individu semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Adit—sapaan akrabnya—dalam sebuah sesi podcast Curhat Bang yang dipandu oleh Denny Sumargo. Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya memberikan penghargaan yang setimpal kepada tim yang berkontribusi dalam produksi serial animasi ini. Mari kita simak informasi selengkapnya.
Menurut Adit, “Nussa adalah hasil kreasi ratusan anak bangsa yang berbakat di Indonesia, bukan hanya satu orang, bukan hanya saya. Jadi, sangat tidak etis jika karya ini dikaitkan dengan isu pribadi.” Pernyataan ini diungkapkan pada tanggal 14 Maret 2026, menegaskan komitmennya terhadap pengakuan atas usaha kolektif yang terlibat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Nussa, yang telah mendapatkan pengakuan luas, tidak terlepas dari kontribusi berbagai kreator, animator, penulis, serta tim produksi yang bekerja keras di balik layar. Mengaitkan karya yang muncul dari kolaborasi besar dengan isu pribadi hanya akan meremehkan kerja keras dan dedikasi tim tersebut.
Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2018, Nussa telah dikenal sebagai serial animasi yang mengusung pendekatan edukatif dengan nilai-nilai Islami. Cerita dalam serial ini mengikuti kehidupan sehari-hari Nussa, seorang anak laki-laki, dan adiknya, Rara, yang mengalami berbagai petualangan sederhana namun penuh dengan pesan moral yang mendalam.
Setiap episode biasanya mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi anak-anak, seperti kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, dan pentingnya menghargai keluarga. Pendekatan cerita yang sederhana dan mudah dipahami ini membuat Nussa sangat relevan bagi audiens muda.
Perjalanan Nussa juga tak terlepas dari dukungan rumah produksi Visinema, yang kini memegang hak kekayaan intelektual atas serial tersebut. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial, pihak Visinema menegaskan status kepemilikan ini.
“Sejak tahun 2023, kepemilikan dan pengelolaan IP Nussa sepenuhnya berada di bawah Visinema melalui proses akuisisi yang sah,” demikian pernyataan yang sebelumnya disampaikan melalui akun resmi Nussa.
Nussa juga semakin memperluas kehadirannya di dunia digital. Kanal YouTube resmi dari serial ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 12 juta pelanggan, menjadikannya salah satu kanal animasi lokal terbesar di Indonesia. Episode-episode baru terus dirilis secara rutin melalui platform ini, menjangkau lebih banyak penonton muda di seluruh negeri.
➡️ Baca Juga: Inter Milan vs Torino: Nerazzurri Aim for Coppa Italia Semifinal Spot
➡️ Baca Juga: <p>“Apple TV Meluncurkan Tampilan Pertama Ted Lasso Musim Keempat yang Tayang Perdana Musim Panas Ini”</p>




