Site icon BTP

Tjandra Sridjaja Sebagai Ketum AAI Menjelaskan Peran Advokat di Era Digital

Tjandra Sridjaja Sebagai Ketum AAI Menjelaskan Peran Advokat di Era Digital

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) yang berlangsung di Surabaya pada tanggal 18 September telah secara aklamasi memilih Tjandra Sridjaja Pradjonggo sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAI untuk periode 2026–2031.

Keputusan ini mendapat dukungan penuh dari 19 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang mewakili seluruh wilayah Indonesia.

Proses pemilihan berlangsung dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Sidang, Efran Helmi Juni. Setelah menerima laporan dari Komite Pengarah mengenai berbagai usulan, Efran mengajukan persetujuan kepada para peserta sidang. Sebelumnya, seluruh DPC telah melakukan rapat internal dan sepakat untuk mengusulkan satu nama, yang mana calon yang diajukan telah menyatakan kesediaannya untuk menerima amanah tersebut.

“Kami bersyukur semua cabang menyambut positif. Beliau bersedia untuk dicalonkan dan menerima pencalonan ini,” ujar Efran di hadapan forum yang hadir.

Setelah mendapatkan persetujuan tanpa ada penolakan, pimpinan sidang membacakan Surat Keputusan Nomor 08/Munaslub/AAI/IX/2026 yang berisi pengesahan hasil sidang pleno. Selain mengesahkan pengangkatan Ketua Umum, keputusan ini juga mengamanatkan pembentukan kepengurusan baru yang harus dilantik paling lambat 40 hari setelah penetapan.

Surat keputusan tersebut ditandatangani secara kolektif oleh pimpinan sidang, yang terdiri dari Ketua Efran Helmi Juni, Sekretaris Medsi, serta anggota Daud Aritonang, Chandra Gusti, dan Gianina Elizabeth.

Efran menegaskan bahwa agenda pemilihan telah selesai dengan baik. Sidang kemudian melanjutkan ke tahap penyerahan hasil sidang serta pemindahan mandat kepada kepemimpinan baru, seiring dengan berakhirnya masa tugas kepengurusan sebelumnya yang kini berstatus demisioner.

Dalam pidato pertamanya setelah dilantik, Tjandra menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh cabang dan menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut.

“Perjalanan kita akan penuh tantangan. Namun, dengan keputusan yang mengamanahkan saya untuk memimpin, saya terima dengan tulus dan semangat,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa dukungan bulat dari 19 DPC bukanlah sebuah kemenangan individu, melainkan sebuah tanggung jawab untuk menyatukan seluruh anggota AAI.

“Tidak ada lagi batasan di antara kita. Mulai hari ini, AAI adalah satu kesatuan, dan tugas saya adalah memastikan semua advokat AAI merasa memiliki rumah ini,” jelasnya.

Tjandra mengajak seluruh anggota AAI untuk bersama-sama membangun organisasi agar semakin solid dan mampu bersaing dengan organisasi advokat lainnya. “Kita berupaya untuk berdiri sejajar dengan asosiasi manapun yang ada di Indonesia,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: Ambisi Andrei Alba Meningkatkan Performanya Bersama Persis Solo

➡️ Baca Juga: <p>“9to5Mac Daily: Laporan Pendapatan AAPL dan Wawasan Akuisisi $2 Miliar

Exit mobile version