Site icon BTP

TNI AU Lakukan 3 Kali Terbang Sehari untuk Tingkatkan Operasi Hujan Buatan di Kalimantan

TNI AU Lakukan 3 Kali Terbang Sehari untuk Tingkatkan Operasi Hujan Buatan di Kalimantan

TNI Angkatan Udara (TNI AU) meningkatkan frekuensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan, dengan tujuan mempercepat terjadinya hujan buatan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Misi ini dilaksanakan dengan menggunakan pesawat NC-212 yang terdaftar dengan nomor A-2107, yang berfokus pada awan-awan yang memiliki potensi untuk menghasilkan hujan di kawasan yang rawan kebakaran.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menjelaskan bahwa proses penyemaian awan kini ditingkatkan dengan pemanfaatan dry ice atau es kering. Penyemaian tersebut difokuskan pada titik-titik yang dianggap strategis untuk pembentukan curah hujan.

“Intensitas penyemaian dry ice ini ditujukan pada lokasi-lokasi krusial yang diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan awan yang menghasilkan hujan di daerah-daerah rawan karhutla,” ungkapnya pada Rabu (21/10/26).

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, operasi OMC kali ini dilakukan dalam tiga sortie atau sesi penerbangan. Operasi ini berlangsung secara bertahap di wilayah udara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Hilman menegaskan bahwa Lanud Sjamsudin Noor secara penuh mendukung pelaksanaan operasi ini. Kesiapan fasilitas pangkalan dan personel telah dimaksimalkan untuk memastikan bahwa setiap tahapan penaburan bahan penyemai awan dapat berjalan dengan tepat dan efisien.

Seluruh aktivitas operasi penerbangan terpusat di Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kesiapan ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk membantu penanganan karhutla sekaligus menjaga keamanan ruang udara.

“Dengan langkah taktis dalam penanganan karhutla melalui tiga sortie udara hari ini, kami berharap dapat secara signifikan menekan potensi munculnya titik api dengan turunnya hujan,” tuturnya.

Melalui peningkatan intensitas penyemaian awan, TNI AU berharap hujan buatan dapat berkontribusi dalam menekan potensi titik api serta mendukung upaya pemadaman karhutla di Kalimantan. Keberhasilan dari operasi ini tetap bergantung pada kondisi awan dan faktor cuaca di wilayah yang menjadi target.

➡️ Baca Juga: OpenAI Luncurkan Codex Micro: Keyboard Mekanik Inovatif untuk Pengembang Codex

➡️ Baca Juga: Floaters pada Mata: Pahami Penyebab dan Gejala Secara Mendalam untuk Kesehatan Anda

Exit mobile version